Aneka

Jadi Pengedar Sabu, Oknum Polisi Dibekuk

POLISI NARKOBA

Ketgam: Dua tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu yang ditangkap petugas Ditresnarkoba Polda Sultra. Oknum polisi Johan Wahyudi (baju biru) dan Edy Pujianto (baju hitam).(Foto:Kasman/BKK)

KENDARI, BKK- Satu oknum anggota polisi bernama Brigadir Polisi (Brigpol) Johan Wahyudi (35), dibekuk petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak tanggung-tanggung Johan kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 16 paket siap edar.

Oknum anggota yang dinas di Kepolisian Resor (Polres) Kolaka ini ditangkap di rumahnya, di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabuparen Kolaka Timur (Koltim), Rabu (6/1) sekitar pukul 17.00 Wita.

Selain Johan, petugas juga berhasil menciduk satu tersangka lain, yakni Edy Pujianto (35) yang diketahui sebagai kurir yang menyplai sabu-sabu untuk Johan. Warga kelurahan Raha Kecamatan Ladongi yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini mengaku memperoleh sa-sabu dari salah seorang bandar di Sidrap Sulawesi Selatan (Sulsel).

Demikian diungkap Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/1).

Diuraikan, terungkapnya oknum polisi sebagai pengedar sabu-sabu berawal dari adanya informasi masyarakat yang mengetahui pergerakan Johan dalam mengedarkan sabu-sabu. Dari situ, petugas Ditrenarkoba melakukan penyelidikan dan penggeledahan di kediaman milik Johan.

Hasilnya, sebut Dolfi, tersangka Johan tertangkap tangan sedang memiliki, menguasai, menyimpan, dan menyediakan narkoba jenis sabu-sabu untuk dijual sebanyak 16 paket.

“Dari 16 paket itu, terdiri dari dari 15 paket bungkusan kecil dan satu paket bungkusan besar. Satu peket sabu-sabu bungkusan besar tersebut disimpan dalam hanphone (hp) Asiafone yang ditemukan dalam lemari kamar Johan,” terang perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Dari pengakuan Johan, bahwa barang haram tersebut diperoleh dari seorang kurir bernama Edy. Menyusul hal itu, sambung Dolfi, petugas kembali memburu sang kurir.

Tidak berselang lama polisi berhasil menangkap Edy di kediamannya. Dari tangan tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 350 ribu yang merupakan sisa hasil penjualan sabu-sabu terhadap Johan.

Dolfi membeberkan, selain menangkap dua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, 15 paket kecil dan satu paket besar sabu-sabu, uang tunai Rp 350 ribu, satu alat pengisap sabu-sabu, satu batang pipet bening, satu buah suntik ukuran 2,5 mili liter (ml), serta 83 lembar plastik bening kecil kosong.

Lebih lanjut perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, keduanya dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara. (r2/c/lex)

To Top