Pertarungan Asrun dan Umar Samiun di Muswil PAN – Berita Kota Kendari
Headline

Pertarungan Asrun dan Umar Samiun di Muswil PAN

Asli

KENDARI, BKK – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang direncanakan berlangsung 24 Januari ini, diprediksi menjadi ajang pertarungan Asrun dan Umar Samiun.

Dua kader partai berlambang matahari terbit ini, memiliki kans yang kuat untuk bertarung. Terlebih, dua-duanya memiliki back up dari dua sumbu kekuatan besar antara DPP dan pilihan Nur Alam sendiri selaku Ketua DPW PAN Sultra.

Pengamat Politik Universitas Halu Oleo (UHO) Dr Bachtiar menilai, Nur Alam tidak mungkin netral dalam Muswil PAN nanti. Sebab, ia ingin memastikan kader yang merebut PAN adalah figur yang bisa mengamankan kekuasaannya.

Untuk itu, sebut Bachtiar, Nur Alam cenderung melirik Umar Samiun untuk menjadi tonggak estafetnya di partai. Sebab, hubungan antara Nur Alam dengan Umar lebih “intim” dibandingkan dengan kader lainnya.

“Melihat figur yang sudah berwacana, tinggal pilihan apakah orang partai atau bukan. Kalau orang partai, yang punya peluang besar didukung Nur Alam adalah Umar Samiun,” sebut Bachtiar.

Lantas bagaimana Asrun? Menurut kacamata Bachtiar, Asrun merupakan politikus yang adem. Ia juga menilai, Asrun merupakan kader yang dianggap tidak gampang diatur. Sehingga, jika dihubungkan dengan wacana pemilihan gubernur (pilgub), bisa saja orang nomor satu di Kota Kendari itu di luar bagian dari Nur Alam.

Selain itu, lanjut Bachtiar, Asrun memiliki koneksi yang cukup baik dengan DPP PAN pimpinan Zulkifli Hasan.

Tentu, kedekatan inilah yang akan menjadi salah satu sumber kekuatan bagi Asrun untuk maju. Belum lagi, kader lainnya bisa saja memiliki respek yang positif kepada Wali Kota Kendari tersebut.

“Jika Asrun bisa merebut PAN, maka ia akan menjadikan partai itu sebagai kendaraan di pilgub,” jelasnya.

Keuntungan Asrun lainnya dalam muswil nanti adalah sistem pemilihan Ketua DPW PAN saat ini dengan mekanisme formatur. Nama-nama yang diusulkan sudah pasti berdasarkan aspirasi dari daerah.

Namun, harus diingat nama yang sudah diusulkan akan disampaikan ke DPP untuk diseleksi.

Nah, di sini lah peran Asrun memiliki ruang lebar masuk kandidat kuat. Terlebih lagi, bila benar saingannya adalah pilihan Nur Alam, maka cerita lama di Kongres PAN akan kembali jadi pertimbangan.

Di Kongres kemarin, nasib Zulkifli bisa dibilang ditentukan oleh kader yang lari dari badan Nur Alam. Di kongres kala itu, Nur Alam memilih mendukung Hatta Rajasa dan didaulat sebagai ketua tim pemenangan di Wilayah Timur Indonesia.

“Memang, siapa pun yang memiliki link kuat dengan Jakarta bisa saja menjadi ketua PAN Sultra meski suara mayoritas berasal dari daerah,” tuturnya.

Untuk itu, ia beranggapan selain pertarungan Asrun dan Umar, Muswil PAN Sultra merupakan ajang pertarungan Nur Alam mempertahankan kekuatannya melawan DPP PAN yang dipimpin Zulkifli Hasan.

Meski begitu, lanjut dia, DPP bukan berarti serta merta memaksakan kehendaknya di daerah. Momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan gubernur (pilgub) menjadi pertimbangan lain agar partai ini tidak retak.

“DPP punya hitungan nanti untuk tidak membuat soliditas partai di daerah pecah. Di sinilah ruang bagi calon alternatif muncul bila dua kekuatan itu tidak mencair atau tak ada solusi,” tuturnya. (r1/c/lex)

To Top