Nur Alam Inginkan Kader Baru Pimpin PAN – Berita Kota Kendari
Headline

Nur Alam Inginkan Kader Baru Pimpin PAN

KENDARI, BKK – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) menginginkan kader baru untuk memimpin partai berlambang matahari tersebut pada pergantian musyawarah wilayah (muswil).

Ditemui usai melantik Penjabat (Pj) Bupati Muna, Nur Alam mengaku, tidak ada larangan memimpin partai hingga empat periode. Jangankan empat, kata Nur Alam, lima periode pun bisa. Sebab, alas dia, setiap kader yang memiliki potensi membesarkan partai akan selalu dipertimbangkan untuk tetap menjadi pemimpin.

“Selalu akan ada perhatian dari partai apa pun kalau punya potensi membesarkan partai,” kata Nur Alam, Rabu (16/9) di ruang pola Kantor Gubernur Sultra.

Nur Alam menambahkan, soal pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno bahwa dirinya masih dimungkinkan memimpin partai hingga empat periode, sah-sah saja. Hanya saja, kata dia, dari sisi demokrasi tidak elok.

“Masa saya berturut-turut jadi ketua. Seperti tidak ada kader lain yang bisa didorong,” terang Nur Alam.

Dikatakannya, menjabat partai hingga empat periode bukan siap atau tidak siap. Tetapi, partai seyogiyanya bisa membangun kader. Ia mengaku, sejak 15 tahun memimpin PAN, sudah cukup banyak kader yang bisa dipus menggantikan dirinya.

“Kita sudah menciptakan legislator dan kepala daerah yang banyak. Itu semua dari PAN. Dan sangat mungkin, diutus kader baru,” tuturnya.

Ditanyakan soal kader mana saja yang bisa menggantikannya, Nur Alam belum bisa menyebutkan satu persatu.

“Banyak kader kita. Saya tidak bisa sebutkan satu persatu,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD PAN Kota Kendari Asrun mengaku, bila kader baru yang diutus untuk memimpin PAN, maka tergantung Nur Alam. Sebab, alas dia, PAN menjaga kekompakkan dalam hal mencari pemimpin partai.

“Siapa saja yang dipercayakan. Kalau pak gubernur memberikan amanah kepada kita, yah siap,” katanya.

Menurut Asrun, semua kader PAN memiliki potensi untuk memimpin partai. Ia juga menyebutkan, PAN dalam menentukan pemimpin selalu melalui musyawarah di internal partai.

“Tidak harus gontok-gontokan. Kalau saya dipercayakan, saya siap,” jelasnya.

Saat ini, tambah dia, belum ada komunikasi dengan DPP atau Nur Alam sendiri.

“Tergantung gubernur saja. Kan kemarin ada juga rapat bersama DPP,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Muna LM Baharuddin lebih memilih irit bicara soal Muswil. Ia menyebutkan, bila diamanahkan bismillah. Sebab, nasib itu seperti air mengalir.

“Saya selalu siap bila diberikan amanah. Kita tidak bisa tolak,” singkatnya. (r1/lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top