Suksesi

Rumah Kita Gagas Program Membangun Muna dari Desa

L.M. Rusman Emba dan Abdul Malik Ditu

L.M. Rusman Emba dan Abdul Malik Ditu

KENDARI, BKK – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Muna, LM Rusman Emba dan Abdul Malik Ditu menggagas program gerakan pembangunan yang menjadikan desa sebagai sentral melalui gerakan Ayo Membangun Muna dari Desa.

“Desa akan menjadi basis program dan kegiatan pembangunan, karena jika seluruh desa terbangun maka pembangunan akan lebih merata, kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” kata calon bupati Muna, LM Rusman Emba melalui telepon selulernya menjelaskan visi misinya dalam pembangunan Muna lima tahun ke depan.

Rusman menjelaskan, pembangunan yang berbasis desa sesuai tujuan pembangunan desa yang tercantum dalam UU No. 6/2014 tentang Desa.

Dikatakan, esensi pembangunan adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dimana masyarakat Muna mayoritas tinggal di pedesaan, sehingga mewujudkan kesejahteraan masyarakat tidak cara lain dengan membangun desa.

Dalam mewujudkan program ini, kata Rusman akan didesain menjadi program gerakan, yakni seluruh SKPD memfokuskan program prioritasnya di desa sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing.

“Diperlukan program lintas SKPD untuk menunjang keberhasilan program unggulan masing-masing SKPD terkait. Misalnya, PU mengerjakan infrastruktur, Dinas Pertanian menyukseskan program pertanian, begitu juga instansi lainnya. Sehingga ada keterpaduan dan koordinasi,” kata mantan Ketua DPRD Sultra ini.

Mengenai infrastruktur, Rusman menyatakan, saat ini Kabupaten Muna benar-benar membutuhkan pembenahan infrastruktur dasar, khususnya, jalan, jembatan, pelabuah rakyat dan lainnya.

“Karena infrastruktur ini adalah urat nadi pembangunan. Jika infrastruktur dasar bagus, maka proses pembangunan akan berjalan baik, seluruh aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar,” ujar mantan Ketua KNPI Muna ini.

Secara umum Rusman menggambarkan dia dan pasangannya menetapkan visinya yakni “Muna yang kuat, mandiri, berdaya saing, dan bermartabat”
Kuat berarti bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat memiliki kemampuan dan daya tahan yang baik dalam upaya mewujudkan Visi-Misi.

Mandiri bermakna bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Muna untuk mendukung berbagai program dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Sedangkan berdaya saing memiliki makna bahwa pemerintah daerah dan masyarakat memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik serta dapat berkompetisi dengan daerah lain. Selain itu, beragam produk yang dihasilkan memiliki keunggulan-keunggulan tertentu, sehingga peluang pasar lebih terbuka dibanding produk-produk daerah lain yang sudah ada.

“Dan tentu saja, untuk upaya mengoptimalkannya, niscaya harus ditunjang oleh para ahli dan berpengalaman di bidangnya, sehingga kualitas produk benar-benar teruji dan unggul. Oleh karena itu, masyarakat kabupaten Muna akan berorientasi pasar (market) yang didasarkan pada aspek supply and demand approuch,” tambahnya.

Sementara bermartabat menunjuk kepada derajat/kedudukan yang mulia yang ditopang oleh nilai-nilai religius, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Rumah Kita menetapkan sembilan misi yakni; pertama, merevitalisasi penyelenggaraan pemerintahan daerah, kedua, memenuhi pelayanan dasar masyarakat, ketiga memenuhi swasembada pangan dan revitalisasi potensi kelautan dan pertambangan, keempat melakukan revitalisasi tata ruang wilayah, dan kelima memberdayakan dan mengembangkan ekonomi desa.
Selanjutnya yang keenam mempercepat pemerataan infrastruktur pembangunan, ketujuh mengembangkan ekonomi kawasan (regional) dan pariwisata, kedelapan memberdayakan perempuan dan pemuda, dan merevitalisasi nilai-nilai religius, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.(r1/lex)

To Top