Penerima Beasiswa Dahlan Iskan Jadi Mahasiswa Berprestasi – Berita Kota Kendari
Headline

Penerima Beasiswa Dahlan Iskan Jadi Mahasiswa Berprestasi

Nathasya Pungus dan Dicky Kurniawan. Foto: Mesya Mohammad/JPNN.com

Nathasya Pungus dan Dicky Kurniawan. Foto: Mesya Mohammad/JPNN.com

SENYUM mengembang menghiasi wajah 204 mahasiswa Universitas Surya. Di acara Dies Natalis kedua, 204 mahasiswa terbaik yang berasal dari berbagai daerah itu mendapatkan beasiswa dari universitas yang didirikan Prof Yohanes Surya PhD pada 2013 lalu.

Dari 204 mahasiswa itu, sembilan di antaranya peraih beasiswa Dahlan Iskan. Bagaimana perasaan mahasiswa ini?

Mesya Mohammad-JPNN

SARAH Dwi Angraheni, Dicky Kurniawan, dan Nathasya Pungus, tidak menyangka masuk list ‎sebagai mahasiswa berprestasi di Universitas Surya. Ketiga mahasiswa yang masing-masing berasal dari Bogor, Batam, dan Manado ini masuk dalam Dean List.

Dean List merupakan golongan mahasiswa ber-IPK lebih dari 3,5. Kebetulan lagi, ketiga mahasiswa berusia 19 tahun itu peraih beasiswa Dahlan Iskan.

“Saya bisa masuk ke Universitas Surya karena didanai Yayasan Dahlan Iskan,” kata Sarah peraih IPK 3,8 usai acara Dies Natalis di Universitas Surya, Kamis (3/9).

Sarah, yang mengambil jurusan Technoentrepeneurship, sejak lima tahun lalu sudah menjadi anak yatim sehingga saat lulus SMA pada 2013, dia sibuk mencari beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

“Kakak saya kan kuliah juga, saya kasihan ke mama yang harus membiayai kuliah saya. Makanya saya ikut tes PTN dan mencari beasiswa. Di pikiran saya, kalau masuk PTN lebih murah biayanya,” bebernya.

Namun, takdir berkata lain. Sarah tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dia sebenarnya ingin masuk perguruan tinggi swasta, namun terkendala dana. Untuk masuk PTS, anak bontot dari dua bersaudara ini tidak tega ke orangtuanya karena biayanya lumayan mahal. Akhirnya, Sarah nganggur setahun.

Pada 2014, tanpa sengaja Sarah melihat pengumuman beasiswa Dahlan Iskan untuk kuliah di Universitas Surya. Anak pendeta yang tinggal di Tangerang ini tanpa pikir panjang langsung mendaftar di hari terakhir.

“Mungkin masih rezeki saya, saya tahu beasiswa Dahlan Iskan pas hari terakhir. Puji Tuhan, saat seleksi saya bisa lolos,” terangnya.

Lain lagi cerita Nathasya. Lulusan SMA 9 Binsus Manado ini bisa ikut tes beasiswa Dahlan Iskan karena didorong ayahnya. Gadis berkacamata yang senang dengan bidang neuroscience ini tertarik karena melihat di Universitas Surya ada program study Biotechnologi dan Neuroscience. Tanpa berpikir dua kali, kesempatan tersebut langsung‎ diambil.

Saat ini Nathasya tengah membuat riset tentang manfaat buah merah yang banyak ditanam di Papua. “Saya ingin meneliti lebih jauh tentang manfaat buah merah. Apalagi kandungan betakarotennya sangat tinggi dan bermanfaat bagi tubuh,” terangnya.

‎Pecinta bidang Biotechnology dan Neuroscience tidak hanya Nathasya. Dicky Kurniawan, asal Batam juga tergila-gila dengan bidang studi yang berkutat dengan ilmu Biologi ini. Diapun meneliti hewan reptilia dan ampibia di sekiar kampus sebagai bahan risetnya.

Ya, di Kampus Universitas Surya, setiap mahasiswa hanya diberikan teori di semester satu dan dua saja. Begitu semester tiga, mereka wajib turun lapangan melakukan penelitian.‎

“Yang seperti ini tidak ada di universitas lain. Biasanya penelitian nanti semester atas. Kalau di sini semester tiga sudah melakukan riset,” ujar ketiganya kompak.

Ketiganya mengaku, mendapatkan hal baru di Universitas Surya. Teori yang didapatkan tidak sebanyak praktek di lapangan. “Kami di sini ditempa jadi entrepeneur sejati. Tidak hanya jago teori saja, tapi ilmunya langsung diserap dan diimplementasikan,” ujar Sarah.

ak heran bila Sarah, Nathasya, dan Dicky tidak berpikir menjadi PNS. Mereka berkeinginan menjadi pengusaha yang bisa menggerakkan ekonomi.

Ketiganya pun berharap, beasiswa Dahlan Iskan tetap mereka rengkuh. Sebab, lewat beasiswa itu mereka bisa masuk di universitas yang dikenal cukup tinggi standarnya. Mereka juga terkesan karena beasiswa yang didapat tidak hanya SPP saja, tapi juga uang saku bulanan Rp 1,2 juta serta akomodasi selama menempuh pendidikan.

“Ini jarang kami temui dan kami dengar. Kami sangat berterimakasih kepada Yayasan Dahlan Iskan karena mulai dari masuk universitas , biaya akademik, akomodasi sampai uang saku pun dikasi. Berbeda dengan teman kami yang menerima beasiswa untuk akademiknya saja,” beber Nathasya yang diaminkan Dicky.

Ditambahkan Sarah, bagi anak-anak daerah yang ingin mendapatkan beasiswa Dahlan Iskan dan kuliah di Universitas Surya, harus meningkatkan prestasi. Tidak hanya nilai raport saja, tapi juga kompetensi. Sebab, penerima beasiswa tidak hanya diseleksi berdasarkan nilai raport tapi juga dites tertulis dan psikotes.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari Universitas Surya dan bisa masuk mendapatkan beasiswa Yayasan Dahlan Iskan,” tandasnya.‎

To Top