Lingkar Sultra

Warga Lengora Selatan Temukan Ayam Hutan Bertaji Lima

 Dudin (36) memperlihatkan ayam unik yang ditemukan pada 2010 lalu.

Dudin (36) memperlihatkan ayam unik yang ditemukan pada 2010 lalu.

KABAENA, BKK- Umumnya, ayam jantan hanya memiliki dua taji pada masing-masing kakinya. Namun seekor ayam hutan yang ditemukan warga Desa Lengora Selatan Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana bernama Dudin (36) nampak berbeda dari ayam yang dikenal.

Perbedaannya adalah, ayam hutan berjenis kelamin jantan itu ditemukan memiliki taji yang jumlahnya lima. Pada kaki sebelah kiri, ayam ini memiliki taji sebanyak tiga, yang bersusun secara rapi. Sementara, pada kaki kanannya hanya nampak dua taji saja.

Kelima taji yang menempel pada kaki ayam itu tumbuh bersusun rapi dengan panjang yang diperkirakan mencapai 3-4 centimeter (cm).

Informasi yang dihimpun jurnalis koran ini, Selasa (28/4), ayam tersebut menjadi perbincangan sejumlah warga pecinta ayam di Pulau Kabaena, bahkan tidak sedikit pecinta ayam yang menawar dengan harga yang relatif tinggi.

“Sudah banyakmi orang yang datang minta beli ini ayam. Mereka minta dengan harga jutaan, tapi saya tidak mau jual. Bahkan, ada yang suruh saya sebut saja berapa pun harganya. Tapi, saya tetap tidak mau jual,” ungkap Dudin, saat ditemui wartawan koran ini.

Dudin mengaku, dirinya menemukan ayam unik ini lima tahun silam, atau sekitar awal 2010.

“Di situ saya lihat sudah lima memang tajinya. Makanya saya langsung bawa pulang,” kenangnya.

Menurut pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani gula aren ini, kehadiran ayam tersebut membawa tanda tanya besar bagi dirinya.

“Ini benar-benar aneh. Seumur hidupku baru saya lihat ayam seperti ini,” ujar Dudin.

Terpisah, seorang warga Lengora Selatan lainnya bernama Dian (34) juga mengakui jika dirinya baru melihat ayam yang memiliki taji sebanyak itu.

“Aneh memang itu ayam, karena saya sendiri baru lihat ayam yang banyak tajinya seperti itu,” ungkap Dian.

Dirinya juga membenarkan, jika penemuan ayam tersebut sudah menjadi perbincangan sejumlah warga terutama mereka yang hobi beternak ayam hutan.

To Top