Temukan Tumbuhan Langka dan Fosil Kerang Raksasa – Berita Kota Kendari
Headline

Temukan Tumbuhan Langka dan Fosil Kerang Raksasa

Tim Ekspedisi NKRI 2015 menemukan hal-hal langka selama perjalanan ke Indonesia Timur.

Tim Ekspedisi NKRI 2015 menemukan hal-hal langka selama perjalanan ke Indonesia Timur.

* Pengalaman Baru Tim Ekspedisi NKRI 2015

Pasukan elite seperti Kopassus tidak hanya cepat bertindak dalam situasi genting mempertahankan wilayah Indonesia. Kopassus juga piawai sebagai motor penggerak Tim Ekspedisi NKRI untuk menjelajah Indonesia Timur. Hasilnya, tim tersebut bisa menemukan potensi wisata baru, fosil kerang raksasa hingga yang diduga merupakan flora dan fauna baru.

Laporan: Ilham Dwi Wancoko, Jakarta

SEKELOMPOK orang berbaju loreng hijau ala tentara mengerubungi gundukan tanah di Pulau Buaya, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), awal Maret lalu. Tidak berapa lama tampak sesuatu di dalam tanah yang tidak begitu dalam. Ada sebuah benda yang bentuknya tidak wajar tertimbun tanah. Begitu orang-orang itu menggali lebih dalam, ternyata tampak bentuk seperti kerang atau kima.

Benda yang seperti kerang tersebut dipastikan sebuah fosil. Tapi bukan fosil kerang biasa. Ukuran fosil kerang itu ekstrabesar. Panjangnya sekitar 100 cm dan dengan lebar 30 cm. Yang lebih mengherankan, fosil kerang tersebut ditemukan di daerah yang ketinggiannya 300 meter dari permukaan laut (mdpl).

Lokasinya yang begitu tinggi dari permukaan laut memunculkan asumsi tidak mungkin manusia memindahkan fosil kerang tersebut ke daratan. Itulah yang sedang ditelusuri Tim Flora-Fauna Ekspedisi NKRI Koridor Bali-NTT. ”Usia fosil kerang itu sedang diperiksa, bisa jadi ribuan tahun atau malah ratusan ribu tahun,” ujar Kabagops Tim Ekspedisi NKRI Letkol Infanteri Yuri Elias Mamahi.

Bukan hanya satu fosil kerang yang ditemukan di Pulau Buaya tersebut. Ada pula beberapa fosil dengan berbagai jenis yang ukurannya juga di luar kewajaran. Misalnya Tubipora, Acropora, dan Favites. ”Pertanyaan yang muncul, mengapa bisa ada fosil kerang di daerah pegunungan seperti itu?” ucapnya.

Untuk menelisiknya, tim tersebut mendatangkan anggota Tim Ahli Flora-Fauna Ekspedisi NKRI Donan Satria Yudha. Dia pengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Dengan begitu, kondisi geografis Pulau Buaya dipelajari untuk menguak misteri adanya fosil kerang di daerah yang tinggi. ”Tim ini tidak bekerja sendirian. Kami juga mengajak para akademisi,” katanya.

Pada dari pertama, observasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di dekat Pulau Buaya itu diketahui ada Pulau Pura. Di pulau tersebut ternyata terdapat Gunung Api Maru yang tidak aktif. Di gunung itu pula ditemukan lagi fosil kerang. ”Ketinggiannya 140 mdpl,” ujar Yuri.

To Top