Beranda

Menghadapi MEA, KNPI Warning Pemuda

Suasana pelatihan pemuda yang diselenggarakan KNPI Kota Kendari, di Hotel Atomy, Selasa (28/04).

Suasana pelatihan pemuda yang diselenggarakan KNPI Kota Kendari, di Hotel Atomy, Selasa (28/04).

KENDARI BKK – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kendari memberikan warning kepada pemuda dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang digelar di Hotel Atomy Jalan Bunggasi, Poasia, Kota Kendari, selama dua hari, Selasa (28/4) sampai Rabu (29/4) dengan agenda partisipasi pemuda menghadapi MEA dalam perspektif kepemimpinan.

Ketua KNPI Kota Kendari, Ali Rahman SSos, mengatakan, tantangan dan momentum ASEAN Community 2020 yang dimulai dari penerapan ASEAN Economic Commmunity 2015 adalah suatu peristiwa yang harus mendapatkan perhatian dan peran strategis pemuda dalam menjawab tantangan.

“Pemuda dengan karakter progresifnya, harus melihat kesepakatan dan kepahaman MEA 2015 bukan semata ancaman, melainkan harus dipandang dengan optimis dan visioner sebagai suatu peluang dan kesempatan dalam memudahkan bangsa kita memasuki pasar dunia sehingga menjadi kekuatan hegomonitik disegala sektor,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pentingnya kesadaran akan usia dan jiwa para pemuda untuk selalu tampil dalam setiap momentum, bukan hal yang mudah, mesti ada pembinaan sehingga tidak selalu menjadi objek suatu peristiwa dan momentum penting bangsa. Jika hal itu masi saja terjadi maka pada ASEAN Economic Commmunity 2015, pemuda Kota Kendari akan tetap menjdi penonton.

“Untuk mengubah jiwa pemuda agar tidak menjadi objek suatu peristiwa dan momentum penting bangsa maka kegitan pelatihan sangatlah penting, sehingga bisa menjadi subjek pengubah, agen dan katalisator yang mendorong setiap perubahan ke arah yang konstruktif dan terlebih menjadi social control dan kekuatan moral dalam mengawal setiap perjalanan dan pembangunan bangsa untuk Indonesia yang lebih maju,” jelasnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Abdul Razak, saat membawakan materi, mengatakan, kegiatan pelatihan sangatlah penting dalam mengahadapi MEA, sehingga pemuda Kota Kendari tidak lagi menjadi penonton terbaik, melainkan bisa terlibat. Hasil keputusan dari 10 Negara ASEAN mesti diumumkan agar diketahui sehingga ada persiapan menghadapi MEA.

“Kegiatan KNPI mesti diapresiasi, untuk memberikan pelatihan terhadap pemuda dalam menghadapi MEA, mengingat pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan. Hasil keputusan dari 10 Negara ASEAN mesti diumumkan sehingga para pemuda tidak lagi menganggap itu sebagai ancaman, melainkan memanfaatkannya untuk mengembangkan diri,” ujarnya.

Indar Atmaji, sebagai panitia dalam kegiatan KNPI, saat ditemui di Hotel Anatomi mengatakan, kegiatan ini memang diagendakan untuk membentuk jiwa pemuda sehingga siap dalam menghadapi MEA, karena mayoritas pemuda di Kota Kendari tidak peka dengan momentun ASEAN Community, padahal bisa bayah jika tidak memiliki kemampuan secara intelektual.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan warning kepada pemuda yang tidak memiliki kemampuan secara intelektual, dan juga untuk memberikan pelatihan sehingga mampu dan siap dalam menghadapi MEA. Pemateri yang dihadirkan juga adalah orang-orang hebat, yaitu Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan, Abdul Muslim SPd Msi, ketua Komisi I DPRD Sultra, LM Taufan Alam, ketua DPRD Kota Kendari, Abdul Razak dan pengacara muda, Andre Darmawan,” terangnya.

Anom, salah seorang peserta, saat ditemui usai kegiatan, Selasa (28/4) mengatakan, untuk membentuk jiwa pemuda memang mesti ada pelatihan terlebih dahulu, karena ketika Negara luar masuk ke Indonesia dan pemuda tidak memiliki kemampuan secara intelektual, maka tidak akan ada nilai plus yang didapat sehingga predikat penonton terbaik akan selalu melekat.

“Untuk menghilangkan predikat penonton terbaik bagi pemuda Indonesia mesti dilakukan pelatihan dan pencerahan terlebih dahulu, sehingga ketiaka warga Negara luar masuk ke Indonesia kita sudah bisa mempersiakan diri untuk memanfaatkan momen dan tidk lagi menjadi penonton serta menggap mereka ancaman,” tutupnya.

To Top