Lingkar Sultra

Lima Pejabat PNS, Tiga Politisi

* Balon Bupati yang Melamar PDIP Konsel Tanpa Kader

KENDARI, BKK – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak menempatkan kadernya untuk maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Dari delapan calon bupati dan wakil bupati yang telah dijuaring PDIP, kebanyakan datang dari pejabat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Konsel. Setidaknya, hanya tiga yang politikus tulen dan lima adalah pejabat kawakan.

Delapan calon yang masuk penjaringan PDIP adalah Arsalim (Kepala Bappeda), Saala (Kadis PU), Aswan (Kepala BKD), Armunanto (PNS), dan Rustam Silondae (Plt Sekda). Sedangkan tiga calon yang berlatar belakang politisi adalah Sutoardjo Pondiu (politisi PAN/wakil bupati saat ini), Muhammad Endang SA (Ketua PD Sultra), dan Surunuddin Dangga (Ketua Golkar Konsel).

Hal ini, dibenarkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Konsel Abdul Malik Silondae, Selasa (28/4). Oleh Malik, keinginannya untuk mengusung kader sendiri sangat besar. Hanya saja, elektabilitas dan realistis di lapangan kesiapan kadernya patut dipertimbangkannya.

“Kader ada, tapi kita harus realistis juga. Kita ini partai terbuka dan kita tidak membatasi hanya kader saja. Di luar kader juga kita buka untuk mendaftar,” alas Malik.

Dengan adanya delapan calon yang dijaring, lanjut dia, pendaftaran calon di partai berlambang banteng sudah selesai. Saat ini, tambah dia, delapan nama tersebut sedang disurvei oleh lembaga yang ditunjuk DPP PDIP.

“Disurvei oleh Indobarometer,” sebut Malik.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) ini menambahkan, hasil survei oleh delapan calon ini baru akan diumumkan pada pertengahan Mei nanti.

“Hasil survei ini akan disampaikan ke DPD dan DPC. Setelah itu, DPC membuat keputusan dan disampaikan lagi ke DPP,” urainya.

Di DPP, tambah dia, calon yang sudah disurvei akan menjalani serangkaian tes lanjutan tentang kepribadiannya dan akan digodok terlebih dahulu di sekolah partai milik Megawati Soekarno Putri ini.

“Tesnya, apakah akan dilaksanakan di Sultra atau mereka akan dipanggil ke Jakarta. Tapi, calon pasti akan dites dulu secara psikologisnya. Ini berlaku juga bagi seluruh daerah yang akan menyelenggarakan pilkada 2015,” pungkas legislator dapil Konsel-Bombana ini.

To Top