Beranda

Kendari Masih Butuh 4.000 KM Drainase Atasi Banjir

KENDARI, BKK – Masalah banjir dan genangan air yang sering terjadi di Kota Kendari saat memasuki musim penghujan, memang masih menjadi masalah yang sulit untuk dipecahkan.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari, Ali Aksa, mengatakan, Kota Kendari masih membutuhkan 4000 km untuk bisa terlepas dari masalah banjir.

“Idealnya kita harus punya 4000 km drainase untuk bisa mengurai masalah banjir, kalau saat ini, kita baru punya sekitar 1000 km drainase,” jelasnya saat ditemui usai memantau pengerukan sungai Wanggu, Selasa (28/4).

Menurutnya, sebagai orang yang terbiasa berada dilapangan dan mengatasi dunia pengairan, Kendari sebenarnya untuk masalah genangan air dan banjir bukanlah masalah besar. Yang penting, kata dia, kebijakan penganggaran itu memang berada pada posisi pengaliran air dan drainase.

“Nah sekarang inikan kebijakan penganggaran kita dominan masih berada pada infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan, jadi memang harus dilakukan secara perlahan,” katannya.

Selain kebijakan pembangunan kita yang masih fokus pada infrastruktur jalan, lanjut dia, anggaran yang dimiliki pemkot juga masih terbatas. Namun, kata dia, hal itu bukan berarti Pemkot Kendari tidak memikirkan solusi untuk mengatasi banjir, karena setiap tahunnya 10 Kecamatan terus dianggarkan untuk pembangunan drainase.

“Untuk sementara waktu kuncinya adalah, seluruh aliran air itu tidak boleh dimampetkan dan fungsinnya tidak boleh dihilangkan. Katakanlah misalnya seharusnya fungsinya 2 meter sekarang menjadi 1 meter itukan sudah menghambat, dan yang terjadi air pasti akan meluap,” alasnya.

Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Ilham Hamra, saat dimintai tanggapan mengenai hal ini, Selasa (28/4) mengatakan, soal banjir memang masih menjadi masalah yang hingga saat ini masih terus dicarikan solusinya. Dengan anggaran terbatas yang dimiliki pemkot Kendari, kata dia, sulit memang jika harus dilakukan pembangunannya secara bersamaan.

“Salah satu caranya ya memang harus ada singkronasi pembangunan, antara Pemkot Kendari dangan Pemprov Sultra. Artinya yang menjadi tanggung jawab provinsi ya dikerjakan provinsi dan yang menjadi tanggung jawab kota yang kerjakan kota,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Kota Kendari membutuhkan sistem drainase yang besar, seperti box kalfer, untuk menampung volume air yang besar. “Yang jelas, utnuk masalah ini kami siap mendukung dipenganggaran, supaya kendari ini bebas genangan dan banjir saat musim penghujan,” katanya.

Sementara itu, masayarakat Kota Kendari masih menunggu penanganan serius yang dilakukan oleh pemerintah, agar genangan air dan banjir saat musim penghujan tidak lagi terjadi. “Ya harapan kami sih jangan hanya membuang wacana ini itu, baik DPRD dan Pemerintah seharusnya cepat bertindak dan melakukan aksi nyata,” ungkap salah salah warga Kelurahan Kambu, Suparlin (39) kepada awak media berita kota kendari (BKK), Selasa (28/4).

To Top