Teknisi dan Proktor Ikut Awasi UN CBT – Berita Kota Kendari
Beranda

Teknisi dan Proktor Ikut Awasi UN CBT

KENDARI, BKK – Ketua Panitia UN Kota Kendari, Darwis, menyampaikan, Ujian Nasional (UN) Computer Based Tes (CBT) akan melibatkan tenaga pengawas dari teknisi dan proktor serta tim dari Dikbud Kota Kendari. Proktor adalah orang yang bertugas untuk mengatur lalu lintas data ke server pusat, seperti mendownload soal dan mengirim jawaban.

Darwis mengatakan, bentuk pengawasan UN (CBT) akan berbeda dengan bentuk pengawasan UN dengan cara manual. “Penanggung jawab kelancaran UN CBT ini adalah teknisi, dan di level sekolah ada yang namanya proktor. Teknisi dan proktor ini akan ada di masing-masing ruangan ujian,” terangnya, Selasa (21/4).

Kata dia, dalam satu ruangan akan disediakan lima unit komputer yang digunakan sebagai cadangan, dan tehnisi serta proktor akan tetap stand by di tempat, mulai dari awal pelaksanaan UN CBT hingga selesai.

“Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk menghindari atau meminimalisasi adanya kecurangan, seperti adanya kerja sama antara peserta yang satu dengan yang lain. Tapi, potensi siswa untuk melakukan kerja sama sangat kecl, karena bentuk soal yang akan diberikan dalam bentuk acak,” tandasnya.

Sehingga sambung dia, tidak perlu menurunkan banyak pengawas dalam UN kali ini. Pengawas dibutuhkan hanya untuk demi kelancaran jalannya UN. “Misalnya, klau ada komputer yang mengalami masalah, maka peserta bisa bertanya kepada pengawas dalam hal ini teknisi utama dan proktor utama. Teknisi yang akan mengarahkan peserta UN CBT untuk menggunakan komputer cadangan yang telah disiapkan,” jelasnya.

Selain teknisi dan proktor, pihak Dikbud Kota Kendari juga akan menyiapkan tim pemantau, sekitar 3-4 orang untuk selalu memastikan pelaksanaan UN CBT.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kendari, Mahdin MPd, Selasa (21/4) menyatakan bahwa jikalau memang pengawas yang ditugaskan dalam pelaksanaan UN CBT ini bisa stand by dari pagi sampai selesainya UN CBT ini maka menurut dia tidak ada masalah.

“Namun saya berharap agar tim pemantau yang diturunkan oleh pihak Dikbud bisa selalu standb by juga dari pagi sampai selesai,” tambanya.
Agar sambung dia, UN CBT ini bisa berjalan dengan lancar, sesuai yang diharapkan selama ini.

To Top