Kepala PLN Kolaka “Disandera” Warga – Berita Kota Kendari
Headline

Kepala PLN Kolaka “Disandera” Warga

Kepala PLN Rayon Kolaka, Yusuf Dullah ditengah massa dari kecamatan Latambaga yang menanyakan terkait krisis listrik di Kolaka.

Kepala PLN Rayon Kolaka, Yusuf Dullah ditengah massa dari kecamatan Latambaga yang menanyakan terkait krisis listrik di Kolaka.

KOLAKA, BKK – Kepala PLN Rayon Kolaka, Yusuf Dullah “disandera” warga Kecamatan Latambaga yang melakukan aksi di kantor PLN, Kamis (24/4).

Ratusan massa yang didampingi Mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Kolaka, Hipermaku Cabang Kolaka dan UKM Pusat Studi Mahasiswa (PSM) yang datang dengan menggunakan mobil dan sepeda motor, langsung melakukan kecaman kepada kepala PLN Kolaka yang melakukan pemadaman bergilir yang tidak teratur. Bahkan massa sempat melampiaskan amarahnya dengan melempari kantor PLN menggunakan air gelas mineral. Beruntung aksi mereka cepat diatasi oleh aparat kepolisian yang sudah berjaga-jaga dari awal.

Dalam orasinya, Faisal dan orator lainnya mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi PLN di Kolaka saat ini yang semakin parah. Terkadang mati padam dalam sehari bahkan semalam. Selain itu, terkadang lampu menyala dua jam, kemudian padam lagi dua jam, sehingga masyarakat sangat dirugikan, utamanya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan maupun penjual ikan, sebab ikan banyak yang busuk hingga masyarakat mengalami kerugian.

Mereka menyampaikan bahwa sebelumnya perna melakukan aksi serupa pada tahun 2014 lalu terkait persoalan listrik. Pada saat itu kepala PLN berjanji bahwa persoalan kelistrikan di kabupaten Kolaka akan teratasi paling lambat bulan februari 2015. Akan tetapi kenyataannya sampai hari ini masih terus dilakukan pemadaman, bahkan semakin parah.

“Karena itu, kami dating menagih hak kami , sekaligus menagih janji pihak kepala PLN Kolaka dan kepala PLTD Kolaka mengenai apa yang pernah diucapkan kepada masyarakat Kolaka,” teriak Faisal.

Adapun Kepala PLN Rayon Kolaka, Yusuf Dullah yang didaulat menyamaikan klarifikasi diatas mobil open cup milik demonstran mengungkapkan, pada dasarnya pihak PLN terus melakukan action. Salah satunya mendatangkan sembilan mesin baru berkafasitas 5 MW yang saat ini berada di UPTD. Mesin itu baru bisa beroperasi pada bulan mei 2015. Selain itu, Yusuf menyampaikan bahwa persoalan listrik bukan sepenuhnya tanggungjawab PLN tapi merupakan tanggungjawab pemerintah daerah.

Mendapat pernyataan Yusuf, demontran langsung “Menyandera” Yusuf menggunakan mobil open menuju kantor DPRD Kolaka untuk memberikan klarifikasi disana dibawah pengawalan aparat kepolisian.

Setibanya di kantor DPRD Kolaka, Yusuf yang baru mau turun dari mobil open membatalkan nioatnya, sebab demonstran langsung membawanya ke kantor PLTD guna menunjukan kepada para demonstran Sembilan mesin baru yang akan dipasang dan dioperasikan kepada masyarakat. Yusuf tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa menuruti kehendak massa dan langsung ke PLTD menunjukan mesin yang dimaksud.

Sepulang dari PLTD, Yusuf tidak lagi naik di mobil demonstran, tapi naik di mobil operasional Polres Kolaka bergabung dengan pihak kepolisian menuju kantor DPRD Kolaka. Adapun massa sepulang dari PLTD, tidak langsung ke kantor DPRD Kolaka, tapi melanjutkan perjalanan di kantor Bupati Kolaka. Disana mereka meminta kesediaan Bupati Kolaka untuk memberikan klarifikasi terkait krisis listrik yang terjadi di Kolaka sambil membakar kertas dan kain.

Karena Bupati tidak berada ditempat, massa di terima wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin. Namun lagi-lagi massa tidak mau mendengarkan klarifikasi Wabup dihalaman kantor mereka, tapi diminta bersama ke kantor DPRD Kolaka untuk menyampaikan klarifikasinya. Permintaan massa ini diterima oleh Jayadin yang kemudian bersama berjalan kaki menuju kantor DPRD Kolaka.

“Saya sangat senang dengan aspirasi ini. Mari kita selesaikan masalah ini dengan pikiran tenang, apalagi saudara-saudara yang pilih saya pada Pilkada lalu,” kata Muhammad Jayadin.

To Top