Bisnis & Ekonomi

Harga Pangan Dipantau Mulai Mei

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta- Harga pangan yang belum stabil membuat pemerintah mengambil tindakan tegas. Awal Mei pemerintah membentuk tim pemantau harga pangan strategis, termasuk beras.

Dengan adanya tim tersebut, masalah minimnya serapan gabah petani oleh Badan Usaha Logistik (Bulog) saat panen raya Maret lalu dapat diminimalisir.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring mengatakan, tim baru ini akan diisi perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Bulog.

Rencananya tim itu akan bekerja di bawah komando Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Sementara itu, legalitas tim ini akan tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permen) yang siap meluncur akhir bulan ini.

“Tim akan bekerja selama dua tahun dan berada di bawah arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla,” papar Hasil.

Tim pemantau harga tersebut memiliki sejumlah tugas penting, antara lain memantau kondisi lapangan setelah panen, pengelolaan hasil panen, penyerapan Bulog, distribusi sampai harga di tingkat konsumen.

Selain beras, komoditas pangan yang akan dipantau adalah kedelai, daging sapi, daging ayam, telur ayam, hingga cabai dan bawang merah.

To Top