Kasuistika

Curi Motor Wartawan SCTV, Seorang Mahasiswa Diciduk Polisi

Arwan Ganda Saputra

Arwan Ganda Saputra

KENDARI, BKK- Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Kendari, diciduk tim Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resor (Polres) Kendari lantaran terlibat kasus pencurian kendraan bermotor (curanmor).

Motor yang dicurinya adalah milik wartawan SCTV untuk Sulawesi Tenggara (Sultra), Arwan Ganda Saputra. Ganda, sapaan akrabnya kehilangan dua motor sekaligus pada 7 Maret 2015 lalu. Yaitu Suzuki Satria FU bernomor polisi (nopol) DT 4211 ZE, dan Yamaha Mio DT 5031 NE.

Pelaku, yang dikethui berinisial MAA ini dibekuk di kamar kos pacarnya, di Jalan Sorumba Wuawua Kota Kendari, Rabu (22/4) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robby Topan Manusiwa SIK mengurai, penangkapan mahasiswa semester enam tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kehilngan motor. Dari laporan itu pihaknya kemudian mengejar pelaku dan berhasil mengamankan MAA.

Ia membeberkan, MAA menjalankan aksinya bersama dengan seorang temannya berinisial Ut. Namun Ut harus menjalani proses hukum di Polsek Pondidaha, sebab Ut juga banyak melakukan aksinya di Wilayah hukum Polsek Pondidaha Kabupaten Konawe.

“Keduanya diketahui telah menjalankan beraksi pada tujuh tempat kejadian perkara (TKP) berbeda di Kota Kendri. Selain di Kendari, Ut juga banyak beraksi di Pondidaha,” ungkap Robby, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/4).

Selain mengamankan dua tersangka, sambung alumnis Akpol 2004 ini, polisi turut mengamankan stu unit motor matic Yamaha Mio J warna hitam putih, dengan nomor polisi (Nopol) DT 5013 NE. Satria FU itu kini diubah pelatnya, menjadi DT 4317 AN.

Masih kata Robby, tersangka dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan ancaman paling lma tujuh tahun penjara.

Kepada jurnalis Berita Kota Kendari (BKK), tersangka MAA mengaku, dirinya tidak pernah terlibat langsung dalam pencurian. Ia hanya mengantar Ut di Pasar Panjang untuk melakukan pencurian. Itupun, aku dia, dilakukan hanya sekali saja.

“Saya tidak mencuri, saya hanya antar Ut saja di Pasar Panjang. Itu pun saya antar hanya satu kali,” tangkis warga Jalan Abdullah Silondae Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari ini, saat ditemui disela-sela pemeriksaan.

Sementara itu, ibu kandung tersangka tidak bisa menahan rasa sedihnya kala melihat anakanya diamankan di kantor polisi. Bahkan, wanita berjilbab ini, tidak menyangka anaknya bisa terlibat tindak pidana curanmor.

“Saya tidak sangka juga ini kasian dia (anaknya, red) begini (mencuri, red),” ujarnya dengan nada sedih.

To Top