Dendam, Rian Dikeroyok dan Ditebas Hingga Tewas – Berita Kota Kendari
Headline

Dendam, Rian Dikeroyok dan Ditebas Hingga Tewas

Rian (26) warga desa Kamung Baru Poleang Selatan yang menjadi Korban penganiayaan enam pemuda asal desa Batu Putih. Di mengalami puluhan luka disekujur tubuh sebelum sebelum menghembuskan nafas terakhih.

Rian (26) warga desa Kamung Baru Poleang Selatan yang menjadi Korban penganiayaan enam pemuda asal desa Batu Putih. Di mengalami puluhan luka disekujur tubuh sebelum sebelum menghembuskan nafas terakhih.

* Dari Enam Tersangka, Tiga Lainnya Menggunakan Parang

RUMBIA, BKK – Akibat dendam lama, seorang warga Kampung Baru, Kecamatan Poleang Selatan Kabupaten Bombana bernama Rian (26) tewas seketika setelah ditebas oleh tiga orang pemuda.

Kejadian ini menyebabkan korban mengalami luka pada bagian hidung kiri, leher bagian tengah, dada terbelah, luka robek pada dada bawah bagian kanan, perut pada bagian kiri, pinggang kiri.

Selanjutnya, luka robek pada bagian pinggang kanan dan kiri putus jari manis, luka lecet pada pergelangan tangan sampai putus, pergelangan kiri atas, luka pada kepala atas kanan dan kiri, kepala bagian belakang.

Berikutnya luka pada pelipis sebelah kanan, luka pada wajah hidung kanan dan kiri, luka pada dagu kanan sampai leher, dan luka pada kaki kiri bawah,

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bombana Ajun Komisaris Polisi (AKP) Susanto menjelaskan, kronologis kejadian ini bermula saat korban ditemani rekannya bernama Yono mengendarai motor dari arah Boepinang menuju Kampung Baru Poleang Selatan.

Dalam perjalanan tepatnya di penurunan gunung Lapuse desa Batu Putih kecamatan Poleang Selatan korban dihadang tersangka bernama Habibi (26) yang ditemani lima orang rekannya.

“Disitu, tersangka Habibi cs langsung memukuli korban, selanjutnya melayangkan tiga buah parang berkali-kali pada tubuh korban hingga tewas,” katanya

Menurut Susanto, seorang teman korban bernama Yono sempat melarikan diri sehingga tidak menjadi sasaran amukan keenam tersangka.

Keterangan keenam tersangka di hadapat polisi, dari jumlah itu hanya tiga orang tersangka yang melakukan penganiayaan dengan menggunakan parang.

Mereka adalah, Agus (24), Rustam (22) dan Muhlis (16). Sementara tiga orang lainnya bernama Habibi (24), Rizal (19) dan Ansar (18) hanya melakukan penganiayaan tanpa menggunakan parang.

Lanjut Susanto, pihaknya kini sudah menahan keenam tersangka penganiayaan tersebut.

“Mereka sudah kami tahan setelah tadi pagi (kemarin,red) menyerahkan diri pada pihak kepolisian. Keenam tersangka ini berasal dari desa Batu Putih Poleang Selatan,” ujarnya.

Pihaknya menduga jika motif pembunuhan ini terjadi karena tersangka Habibi menaruh dendam karena korban.

“Pengakuan tersangka korban Habibi sempat melempar tersangka menggunakan rambu-rambu jalan sekitar setahun yang lalu,” tukasnya.

Sementara itu, seorang tersangka bernama Habibi yang dikonfirmasi jurnalis koran ini di Mapolres Bombana kemarin membenarkan jika upaya pengeroyokan hingga meregang nyawa korban ini dilakukan atas dasar dendam lama.

“Hampir satu tahun lalu, dia (Rian –red) pernah melempari saya pake bambu saat saya ke kampungnya, makanya saya marah sama dia. Saya tidak terima perlakuannya itu,” cerita Habibi.

Ditanya terkait upaya penganiayaan yang dirinya lakukan terhadap korban. Habibi membantah jika ia telah melakukan penganiayaan dengan menggunakan parang terhada korban.

“Yang pake parang hanya tiga orang saja pak, kalau saya dan dua orang teman yang lain tidak pake parang,” tutur Habibi.

Pantauan koran ini keenam tersangka kini sedang mendekam disel tahanan Mapolres Bombana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Mereka dijerat dengan pasal 338 KUHAP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara.

To Top