Headline

“Bupati dan Wali Kota Jangan Asal Angkat Pejabat”

Gubernur Nur Alam

Gubernur Nur Alam

“Jadi kalau mengangkat pejabat jangan asal-asalan main angkat saja, jangan mentang-mentang dia itu keluarga, sepupu, keponakan, lantas main angkat seenaknya saja”.
Foto: Gubernur Nur Alam

KENDARI, BKK – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, mengatakan agar para bupati dan wali kota jangan asal menetapkan dan mengangkat pejabat dalam lingkup pemerintahannya.

Gubernur Nur Alam menegaskan hal itu saat memimpin rapat pembahasan penyerapan anggaran APBN dan APBD seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kota se-Sultra tahun 2015, di Hotel Clarion Kendari, Rabu (2/4).

“Jadi kalau mengangkat pejabat jangan asal-asalan main angkat saja, jangan mentang-mentang dia itu keluarga, sepupu, keponakan, lantas main angkat seenaknya saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seharusnya para Bupati dan Wali Kota mengangangkat dan menetapkan pejabatnya harus sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya dalam mengelola bidangnya masing-masing.

Sebab menurutnya, jika hal itu terjadi, dengan mengangkat pejabat yang tidak sesuai dengan kapasistas dan kemampuannya, dan hanya melihat sisi kekluargaan saja, akan dapat mengganggu efektifitas kinerja salah satu bidang didaerah tersebut. “Ya kalau dalam suatu bidang misalnya tidak ditangani dan di tempati orang yang benar-benar ahli dan mampu di bidangnya, malah kacau nanti jadinya,” tambahnya.

Kenapa hal ini saya katakan, lanjut dia, kita semua harus bekerja secara profesional, jangan mementingan kepentingan diri pribadi dan keluarga saja, sebab yang kita tangani ini adalah menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Guna mewujudkan tatanan pemerintahan yang profesional, ya tentu kita harus menempatkan seseorang yang betul-betul profesional dibidangnya,” tutupnya.

Sementara itu, menurut mengamat publik, Sapril Munandar, mengatakan, ungkapkan kepala daerah tersebut dapat diartikan sebagai salah satu teguran bagi Bupati dan Wali Kota dibawah koordinasinya, yang selama ini kurang bijak dalam menetapkan dan mengangkat pejabat.

“Ya mungkin pak gubernur melihat, dibeberapa SKPD di daerah-daerah kinnerjanya belum maksimal, dan dia menyimpulkan belum maksimalnya itu karena ada beberapa pos jabatan yang tidak ditempati orang yang tepat, menurut saya seperti itu,” ungkapnya, Rabu (22/4).

To Top