Tarian Lulo Kolosal di Konawe Tembus Rekor Dunia – Berita Kota Kendari
Headline

Tarian Lulo Kolosal di Konawe Tembus Rekor Dunia

Peserta lulo kolosal di halaman kantor Pemkab Konawe, Jumat (27/2), dan Senior Manager MURI Paulus Pangka menyerahkan sertifikat MURI kepada Wakil Bupati Konawe, Parinringi.

Peserta lulo kolosal di halaman kantor Pemkab Konawe, Jumat (27/2), dan Senior Manager MURI Paulus Pangka menyerahkan sertifikat MURI kepada Wakil Bupati Konawe, Parinringi.

Unaaha, BKK – Tarian Lulo massal di Lapangan upacara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Jumat (27/2), tidak hanya masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI), tetapi tarian tradisional warisan leluhur Suku Tolaki tersebut dapat menembus rekor dunia. Pasalnya Pemkab sebagai pemrakarsa kegiatan tersebut berhasil mendatangkan peserta sebanyak 25.346 orang. Pesertanya tergabung dari para pelajar, masyarakat, TNI dan Polri.

Pada kesempatan itu tarian lulo kolosal masuk dalam urutan 6.845 dalam catatan MURI. Mengalahkan rekor sebelumnya yang digelar di Kota Kendari pada 2 Oktober 2005 lalu, yang hanya mendatangkan 2.535 peserta.

“Bukan hanya rekor nasional tetapi juga rekor dunia,” papar Senior Manager MURI, Paulus Pangka kepada wartawan usai kegiatan tersebut.

Dikatakan, syarat pada ketentuan MURI minimal dapat melebihi 10 persen jumlah dari angka rekor sebelumnya. Sedangkan jika obyek kegiatan tersebut belum sama sekali masuk MURI, maka ketentuannya paling tidak pesertanya bisa mencapai 500 orang.

Sedangkan lulo kolosal yang digelar di Konawe sudah pernah dilakukan, tetapi untuk ini pesertanya jauh melebihi ketentuannya dan sulit untuk dipecahkan oleh Kabupaten/ kota yang lain.

Menurutnya, hasil diskusi tim dengan Pemkab setempat, prediksi awal paserta kurang dari 20 ribu peserta. Tetapi kenyataannya pesertanya tumpah ruah berdatangan tanpa dimobilisasi.

“Untuk mengumpulkan massa sebanyak ini membutuhkan kebersamaan dan kerjasama antarmasyarakat dan pemerintah. Dan Pemkab mampu mewujudkan itu,”tuturnya.

Indikator lain, kata dia, kegiatan ini mewah tetapi tidak menggunakan biaya daerah yang besar. Hal itu dapat dilihat dari animo masyarakat yang datang atas inisiatif sendiri, bukan karena dimobilisasi kemudian mendapatkan insentif khusus,seperti yang tejadi pada pengalaman-pengalaman sebelumnya di daerah lain, tetapi Pemkab Konawe tidak melakukan hal itu.

“Kita sangat mengapresiasi niat baik Pemkab dalam melestarikan tradisi warisan leluhur,” jelasnya.
Didampingi Wakil Ketua DPRD, Rusdianto, Wakil Bupati Konawe, Parinringi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari visi-misi Pemkab yaitu melestarikan tradisi Suku Tolaki. Sehingga melalui momen bersejarah ini Pemkab bernisiatif kembali mengangkat tradisi leluhur yang sudah ratusan lalu untuk terus dilestarikan.

Sehingga dengan MURI tersebut tarian lulo dapat mendapat legalitas atau pengakuan di nasional maupun internasional itu sendiri.

Di tempat itu pula dia mengapresiasi masyarakat yang telah andil dalam kegiatan ini. Pasalnya persiapan pada kegiatan ini begitu singkat. Sehingga pihaknya sempat pesimis dapat mendatangkan jumlah peserta seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Dan atas dukungan semua unsur, kegiatan lulo kolosal dapat terselenggara dengan baik dan juga mendapatkan hasil yang baik pula. “Kita memberi komfirmasi ke MURI itu lima hari yang lalu. Jadi untuk persiapan kita memang cukup terburu-buru,apalagi sosialisasi. Beryukur masyarakat hanya mendengar gaungan pukulan gong. Sepontan masyarakat berdatangan,” paparnya.

Tarian Lulo kolosal merupakan rentetan kegiatan dari acara peringatan HUT Kabupaten Konawe ke 55.
Selain Lulo kolosal juga vestifal adat mombesara dan lomba metinggo menjadi rangkaian agenda hingga pada puncak perayaan hari jadi daerah tersebut yang puncak acaranya pada 3 Maret mendatang. (k3/blex).

To Top