Headline

PD Siap Tarung di Pilkada 2015

Muh Endang SA ( Baju Kuning )

Muh Endang SA ( Baju Kuning )

#Lembaga Survei Jadi Tim Sukses, PD Enggan Publikasi Hasil Survei

KENDARI, BKK – Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sultra, Muh Endang SA SSos menyatakan, partainya sudah siap bertarung di pilkada 10 daerah di Sultra. Meski begitu, dirinya belum siap menyebutkan kadernya untuk maju dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Kalau di Konsel sudah jelas,” terang Endang tanpa menyebutkan nama ketika ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Kamis (26/2).

PD merupakan salah satu partai pemilik kursi kedua terbanyak setelah Partai Amanat Nasional (PAN) di seluruh Sultra. Khusus kadernya, beberapa nama sudah diisukan untuk tampil pada pilkada 2015 mendatang.

Di Konsel sendiri, Endang mulai gencar mengunjungi konstituennya. Selain itu, di Kabupaten Muna Barat (Mubar) ada nama LM Taufan Alam yang sudah turun langsung bersosialisasi. Aswad Sulaiman diisukan tetap akan maju kembali sebagai incumbent di Kabupaten Konawe Utara.

Menjelang pertarungan di pilkada, kata Endang, banyak lembaga survei yang merangkap sebagai tim sukses, sehingga bukan menjadi pendidikan politik masyarakat.

Dengan fakta ini, kata Endang partainya, tidak akan mengeluarkan hasil survei elektabilitas calon jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2015.

Endang SA mengaku, keengganan mempublis hasil survei ini dikarenakan, penilaian elektabilitas kader hanya menjadi konsumsi partai berlambang mercy.

“Kita akan lakukan survei dalam waktu dekat. Tapi, kita tidak akan publis,” terang Endang.

Endang yang juga Wakil Ketua DPRD Sultra ini menilai, survei yang disampaikan dipublik bisa saja untuk mengganggu presepsi masyarakat. Sehingga, tak jarang kalau ada lembaga survei yang bisa memberikan pembodohan informasi kepada pemilih.

“Kemarin di Konawe Selatan ada SMS hasil survei lewat 100 persen. Selain itu, di Konawe Kepulauan terjadi hal yang sama. Ini kan bisa membohongi publik. Makanya, saya berharap kepada seluruh lembaga survei untuk memberikan telaah politik yang rasional,” beber Endang.

Selain di dua kabupaten itu, lanjut Endang, publik juga masih mengingat tentang perbedaan hasil lembaga survei pada pemilihan presiden (pilpres) lalu. Hal ini, tutur dia, menjadi pertimbangan PD untuk tidak mempublis hasil surveinya.

“Biarkan itu menjadi konsumsi internal. Tidak perlu dibuka ke publik,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, kadang lembaga survei ikut menjadi tim sukses calon dari partai tertentu. Sehingga, bisa saja menjadi corong dan alat mempropagandakan isu kepada khalayak.

Masih menyangkut survei, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra juga berniat akan menghitung elektabilitas kadernya yang akan didorong pada pilkada nanti. Ketua DPD PDIP Sultra Hugua menyebutkan, sebelum tahapan pilkada dimulai, pihaknya sudah dapat mempublikasikannya pada April 2015.

“Kita sekarang lagi menjaring calon kepala daerah, tentunya dengan bebagai pertimbangan dan tidak ada salahnya kalau kita juga memenangkan. Salah satu kriteria penting adalah hasil survey. Kita akan ambil surveyor nasional,” kata Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sultra Hugua, belum lama ini.

Survei yang akan digunakan, beber Bupati Wakatobi ini adalah lembaga survei nasional yang bisa dipercaya akurasi datanya.

“Tapi bukan kita tidak percaya surveyor lokal, tapi untuk mengetahui data dasar maka kita coba survey nasional,” tandasnya. (cr1/d/lex)

To Top