LM Falihi Ditahan Polda Tadi Malam – Berita Kota Kendari
Kasuistika

LM Falihi Ditahan Polda Tadi Malam

KENDARI, BKK – LM Falihi ditangkap tadi malam oleh penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Tersangka kasus enam container kayu ini diperiksa secara maraton, Kamis (26/2) siang.

Dalam pemeriksaan kemarin, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto menerangkan, pengusaha kayu asal Kabupaten Muna ini masih berstatus sebagai saksi.

Tiba-tiba, malam sekitar pukul 19.00 Wita, ia ditetapkan sebagai tersangka dan langsung di gelandang ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sultra.

Diberitakan, kayu enam kontainer milik LM Falihi ditaksir berjumlas 120 kubik ditangkap di Baubau beberapa hari lalu. Selain itu ada juga sekitar 10 kubik yang dimuat dalam dua mobil truk yang ditangkap di Kecamatan Maligano Kabupaten Muna.

Padahal, jika kayu yang dimuat dari Maligano menuju Baubau melewati beberapa kantor polisi, yakni Polsek Maligano dan Polsek Wakorumba Selatan. Sangat ironis petugas di sana seolah menutup mata.

Kayu milik LM Falihi ini ditangkap Tim Khusus (Timsus) Ditreskrimsus Polda Sultra bersamaan dengan penangkapan milik tiga pengusaha lain diantaranya kayu milik, As dan Juimin.

Kala itu polisi berhasil mengamankan kayu lebih dari 250 meter kubik serta 3.425 batang kayu ilegal jenis rimba campuran berbentuk balok. Yang ditangkap pada tujuh titik berbeda yang terletak di tiga daerah berbeda. Yakni di Kota Baubau, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Buton Utara (Butur).

Satu buah kapal yang memuat sekitar 110 kubik, yang diketahui milik pria bernama Juimin ditangkap di pelabuhan Ereke Butur. Sedang sisanya milik dari dua orang pengusaha salah satunya berinisial As.

Kayu yang ditangkap tersebut, diduga tidak memiliki kelengkapan dokumen dan diolah dari kawasan hutan lindung. Yang direncanakan akan dijual di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Jika terbukti melakukan penyelundupan ilegalmaka dijerat pasal 83 ayat (1) jo pasal 12 ayat (1) huruf d Undang-Undang RI Nnomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemeberantasan Perusakan Hutan. Pasal ini mengandung ancaman pidana paling lama lima tahun penjara. (cr2/c/iis)

To Top