Headline

Dewan Tantang Mahasiswa Demo

#Soal Penurunan Tarif Angkutan Laut

KENDARI, BKK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menantang mahasiswa atau biasa disebut parlemen jalanan di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melakukan demonstrasi tentang penurunan tarif angkutan laut yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat.

Sekretaris Komisi Tiga DPRD Sultra Akalim mengaku, mahasiswa sangat menggebu-gebu saat penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) waktu lalu. Tapi, setelah harga BBM turun dan tarif angkutan laut dan kebutuhan lainnya masih melambung, mahasiswa masih diam.

“Sekarang, mahasiswa tidak ada yang ributkan ini. Kita menunggu desakan dari masyarakat untuk menindaklanjutinya,” terang Akalim di ruang kerjanya, Kamis (26/2).

Lebih lanjut, beber dia, banyak masyarakat yang selama ini mengeluh karena tarif angkutan laut Kendari-Raha-Baubau belum turun. Dewan, tambah dia, sudah melakukan langkah dengan meminta Dinas Perhubungan Provinsi Sultra untuk mengambil langkah sebelum hal ini bergejolak.

“Sebenarnya, kita ingin lakukan hearing. Tapi, tidak perlu menunggu itu (hearing). Pemprov bisa langsung mengambil langkah,” alasnya.

Menurut dia, untuk menyikapi persoalan tidak kunjung turunya tarif angkutan laut membutuhkan kesatuan pemikiran antara wakil rakyat dan masyarakat termasuk mahasiswa. Kalau tarif belum diturunkan, mahasiswa pantas melakukan demonstrasi ke dewan.

Tapi, tambah dia, hingga saat ini tidak ada reaksi dari mahasiswa dan terkesan gerakan “penyambung lidah masyarakat” adem ayem.

“Ini masalah people power. Seluruh pihak harus bekerja sama. Sekarang, kalau kita panggil perhubungan seakan-akan kami yang kebakaran jenggot. Harusnya, mahasiswa datang demo lah di dewan,” tantangnya.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) Ansar menegaskan, DPRD tidak perlu menunggu gerakan mahasiswa kalau ada keluhan dari masyarakat. Tanggung jawab dewan, terang Ansar sudah jelas sebagai wakil rakyat.

“Kalau dengar hal itu, jangan tunggu kami. Silahkan laksanakan secepatnya. Barulah tidak ada dewan, baru kami akan bergerak. Tapi, ini dewan sendiri yang dengar. Tentu tidak perlu melapor ke kami. Kan dewan tinggal action. Sudah jelas juga dalam tugas pokok dan fungsi anggota dewan,” sorotnya.

Ansar menambahkan, mahasiswa tidak merasa ditantang oleh anggota dewan. Elemen gerakan akan turun ke jalan jika wakil rakyat hanya datang, duduk dan diam di gedung istimewa milik rakyat.

“Kami tantang balik juga wakil rakyat bisa bekerja tanpa ada desakan. Logikanya, kalau tidak ada desakan, berarti dewan tidak bekerja. Ini menjadi kesalahan berpikir untuk wakil rakyat,” tuturnya.

Tantangan terhadap mahasiswa untuk berdemo, tuding Ansar bisa bernuansa kepentingan. Sebab, alas dia, dewan memiliki dana yang cukup besar untuk menerima gerakan mahasiswa.

“Dan pasti lewat itu anggaran cair. Kami hanya minta, dewan kerja sesuai kehendak rakyat. Telinga dewan harus dipasang baik-baik untuk mendengarkan persoalan masyarakat. Jangan tunggu didemo dulu,” tudingnya. (cr1/d/lex)

To Top