Beranda

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Meningkat

KENDARI, BKK – Beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sering terjadi di Indonesia, seakan menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan keamanan perempuan dan anak di Indonesia.

Hal ini mengundang keprihatinan beberapa pihak, termasuk Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Republik Indonesia (RI), sebagai salah satu lembaga pemerintahan negara yang paling berkompeten untuk mengantisipasi hal ini.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, saat ditemui beberapa awak media, disela-sela kunjungan kerjanya (kunker) di Kendari mengakui, bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan.

“Kita punya perhatian serius terhadap anak, apalagi sekarang, banyak terjadi kekerasan-kekerasan terhadap anak. Baik kekerasan fisik maupun kekerasan seksual dimana-mana meningkat. Jadi itu menjadi perhatian pertama kami untuk anak-anak yang rentan terhadap masalah itu,” bebernya, Rabu (25/2).

Meningkatya kasus-kasus ini, membuat dirinya terus berupaya untuk mengatasi persoalan yang kerap terjadi pada perempuan dan anak. Dengan membentuk satu lembaga Pusat Pelayanan Terpadu, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di seluruh provinsi, kabupaten/Kota diseluruh Indonesia.

“Di setiap provinsi, disetiap Kabupaten/Kota harus ada P2TP2A , jadi bilamana ada kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilaporkan ke P2TP2A dan segera diatsi persoalan itu,”terangnya.
Di Kota Kendari sendiri, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak memang mengalami tren kenaikan juga. Namun, kenaikan masih bersifat normal.

Menurut informasi, dari data yang diperoleh dari Rumpun Perempuan Sultra (RPS), kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2014 lalu mengalami peningkatan, dibanding tahun 2013. Dimana tercatat, kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2013 ada 8 kasus dan meningkat menjadi 9 kasus pada tahun 2014.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc, mengatakan, terus berupaya untuk segera menangani persoalan itu. Salah satunya mendorong pembentukan P2TP2A.”Kami punya program Kendari sebagai Kota Layak Anak, saat ini kita terus ,mengoptimalkan P2TP2A itu melalui dinas pemberdayaan perempuan dan anak kota kendari,” jelasnya. (p8/c/jie)

To Top