Dengar Azan, Asriadi Ikut ke Masjid Orang Berdiri Salat, Dia Bergegas ke Penitipan Barang Habis Mencuri Dia Menghilang – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Dengar Azan, Asriadi Ikut ke Masjid Orang Berdiri Salat, Dia Bergegas ke Penitipan Barang Habis Mencuri Dia Menghilang

Asriadi

Asriadi

#Sudah 20 Masjid Dia Datangi Mencuri
#Tinggal Masjid Bahteramas yang Belum Dia Datangi karena Belum Kelar

KENDARI, BKK – Banyak tempat mencuri, tapi pria yang satu ini senang mencuri di masjid-masjid. Namanya Asriadi (26) warga Kelurahan Watulondo Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.
Terakhir kali, ia mencuri di masjid Masjid Al Masuri dan berhasil menggasak Rp 6 juta uang salah seorang jemaah.

Tapi polisi memastikan itu aksinya yang terakhir. Tim buru sergap (Buser) Kepolisian Resor (Polres) Kendari berhasil menangkap pria beranak satu ini. Ia dibekuk di Masjid Al Masuri yang berlokasi dibilangan Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID) Kota Kendari, Selasa (24/2) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robby Topan Manusiwa SIK mengatakan, tim Buser berhasil menangkap tersangka Asriadi atas bantuan beberap warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam menjalankan aksinya, tersangka hanya seorang diri. Meski demikian, sambung dia, saat ini pihaknya telah mengamankan seorang pria bernama Agus (23) yang ditengarai sebagai penadah hasil barang curian Asriadi. Namun, Kini Agus baru sebatas saksi karena masih harus menjalani pemeriksaan.

Selain tersangka dan penadah, beber Robby, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 3,1 juta. Berikut, barang elektronik, masing-masing satu buah laptop, notbook, proyektor, dan dua buah hanphone (hp).

“Sementara barang bukti baru itu yang kita amankan, untuk lainnya masih dalam pengembangan,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/2).

Lebih lanjut, Robby mengatakan, tersangka dijerat pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara.

Kepada jurnalis koran ini, Asriadi mengaku, dirinya nekat kembali berurusan dengan hukum karena pekerjaannya selama ini sebagai buruh bangunan dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dalam menjalankan aksinya, uangkap dia, dirinya sudah melanglang buana di sebanyak 20 masjid. Dan, seluruh korbannya merupakan jemaah masjid di Kota Kendari yang sedang melakukan ibadah. Cara yang dilakukannya pun sangat sederhana.

Asriadi, hanya berpura-pura sebagai jemaah masjid, namun ketika jemaah masjid lainnya sedang khusyuk melakukan salat, ia meninggalkan barisan salat, dan selanjutnya menuju tempat penyimpanan tas milik jemaah masjid.

Di situ, Asriadi langsung memeriksa semua tas milik para jemaah. Jika ditemukan uang atau pun barang berharga lainnya, Asriadi langsung mengambilnya.

“Habis saya ambil uang dan barangnya, saya langsung pulang. Barangnya kemudian saya jual ke penadah,” akuhnya kepada jurnalis koran ini.

Pada saat ditangkap, tutur Asriadi, dirinya baru saja mengambil uang milik beberapa jemah Masjid Al Masuri sebesar Rp 6 juta, namun uang itu langsung dikembalikan kepada pemilik.

Sementara Agus (23) warga Kelurahan Bonggoea Kecamatan Wuawua Kota Kendari yang diamankan karena diduga sebagai penadah mengatakan, dirinya membeli barang dari tersangka karena tidak tahu jika barang tersebut merupakan hasil curian. Agus menyebutkan, barang yang pernah dibeli dari tersangka, yakni, empat laptop, empat notbook, dan lima unit hp.

“Saya pernah tanya, tapi dia (Asriadi, red) bilang itu bukan barang curian,” terang Agus dengan nada menyesal. (cr2/a/iis)

To Top