Aneka

Brimob Tangkap Tiga Teroris

Puluhan anggota Brimob saat melakukan penangkapan teroris dalam suatu simulasi penangkapan teroris.(foto:kasman/bkk)

Puluhan anggota Brimob saat melakukan penangkapan teroris dalam suatu simulasi penangkapan teroris.(foto:kasman/bkk)

* Simulasi Rutin Penangkapan Teroris

KENDARI, BKK – Puluhan anggota satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), menangkap tiga orang teroris di Jalan Boulevard Kota Kendari, Rabu (25/2). Anggota Brimob berhasil menangkap tiga teroris tersebut .

Kejadian itu bermula saat puluhan anggota Brimob mengidentifikasi ada tiga teroris yang membawa dua bom melintas dari arah bundaran simpang siur Baruga yang mengarah mengarah ke Jalan Boulevard, kala itu pula tim gegana melakukan pengejaran.

Namun, saat melakukan pengejaran, tiba-tiba tiga teroris itu berusaha menyerang anggota Brimob yang mengendarai dua mobil serta beberap unit motor. Melihat hal itu, puluhan anggota Brimob dengan sigab langsung berusaha melakukan penangkapan. Ketiganya pun berhasil ditangkap tanpa ada perlawanan, dan selanjutnya dibawa di Mako Bromob.

Tidak cukup di situ, pasukan Brimob terus melakukan penyisiran disekitar tempat kejadian perkara (TKP). Ditengah penyisiran, pasukan Brimob menemukan dua buah bom yang ditinggalkan oleh tiga teroris tersebut. Tim Gegana kemudian berhasil menjinakkan dua bom tersebut dengan cara meledakkannya di TKP.

Namun sayang, penangkapan itu hanya sebuah simulasi atau latihan rutin pengasahan kemampuan lapangan anggota Brimob Polda Sultra, dalam hal menangani ancaman teroris.

Simulasi yang digelar sejak pukul 08.00 Wita ini, sempat mengundang perhatian para pengguna jalan. Terlihat ada beberapa warga yang menyaksikan aksi para anggota Brimob itu.

Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Uden Kusuma Wijaya mengatakan, kegitan tersebut hanya sebuah latihan yang akan dilakukan secara rutin atau berkelanjutan.

Karena, sambungnya, satuan Brimob mempunyai peran penanggulangan terhadap teror. Sehingga, setiap personil yang ditugaskan menghadapi teror itu dia harus mampu mengatasinya dalam berbagai macam situasi, dan bisa melakukannya sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Uden, dengan adanya pelatihan secara berulang serta berkelanjutan tersebut para personel Brimob bisa memahami SOP yang digunakan dalam mencegah dan menangkap teroris yang tiba-tiba ada dihadapannya.

“Intinya kita melaksanakan latihan, sehingga setiap personel yang ditugaskan menghadapi itu (teror, red). Ketika mendadak ada teroris didepannya bagaimana antisipasinya, dan bagaimana melaksanakan SOP ketika menangkap para teroris,” ujar perwira polisi dengan tiga melati dipundak ini.

Lebih lanjut Uden mengatakan, kegiatan latihan simulasi tersebut akan terus dilakukan. Kedepannya, beber dia, akan dilakukan latihan di medan yang sesungguhnya sehingga para personel betul-betul paham ketika melakukan tindakan penangkapan teroris. (cr2/d/lex)

To Top