BPKP Dapati Ada yang Tidak Beres di Kolaka – Berita Kota Kendari
Kasuistika

BPKP Dapati Ada yang Tidak Beres di Kolaka

KOLAKA, BKK- Berdasarkan hasil audit tahun 2014, Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) menilai ada yang tidak beres dalam penanganan program beras miskin (raskin) di Kabupaten Kolaka.

Hal itu diungkapkan Bupati Kolaka H Ahmad Safei dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Sekretariat Kabupaten (Sekab) Kolaka H Kasim Madaria, pada acara Sosialisasi Raskin 2015 di aula Sasana Praja, Rabu (25/2).

“Diakhir tahun 2014 kemarin atau tepatnya di awal bulan Desember, tim BPKP telah melakukan audit penyaluran raskin di kabupaten Kolaka. Dari hasil audit tersebut, BPKP mengeluarkan rekomendasi untuk Pemkab Kolaka bahwa kurang berhasil,” tulis Bupati.

Berkait penilaian ini, Bupati menyarankan para kepala desa (kades) dan lurah, agar beberapa permasalahan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan program raskin perlu dicermati sebaik-baiknya.

“Sehingga dalam membangun kesepahaman dan sinergi antarinstitusi pelaksana program raskin diperlukan upaya dialogis, terbuka, dan melibatkan seluruh stakeholders,” katanya.

Salah satu cara yang dilakukan, pemkab dalam mendukung upaya penanggulangan kemiskinan adalah menempatkan kemiskinan sebagai agenda utama kebijakan. Upaya penangulangan kemiskinan dilakukan secara terpadu oleh pemerintah pusat dan daerah. Salah satu program penanggulangan kemiskinan yakni pemberian bantuan raskin pada masyarakat yang dianggap kurang mampu.

“Program Raskin adalah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan melalui program ini pula pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat untuk mendapatkan hak atas kebutuhan pangannya,” ujar Bupati.

Adapun sasaran program raskin di Kolaka adalah berkurangnya beban pengeluaran 14.945 rumah tangga sasaran (RTS) dalam mencukupi kebutuhan pangan beras dengan alokasi sebanyak 15 kg per RTS per bulan.

Jumlah RTS sudah mengalami beberapa kali perubahan atau pengurangan, yaitu tahun 2010 sebanyak 33.129 RTS, tahun 2011 sebanyak 31.825 RTS, tahun 2012 sebanyak 27.378 RTS, tahun 2013 sebanyak 26.190 RTS, dan tahun 2014 setelah pisah dengan Kabupaten Koltim hingga saat ini tinggal 14.945 RTS.

Sementara itu, ketua panitia yang juga Kepal Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Kolaka Makmur melaporkan, sosialisasi raskin dilakukan untuk mendengarkan penjelasan dan mekanisme penyaluran raskin 2015, dengan tujuan mengetahui mekanisme pengeluaran raskin sampai pada sasaran disesuaikan petunjuk dan teknis tahun 2015.

“Peserta sosialisasi Raskin berasal dari SKPD dan isntansi terkait, camat, lurah, dan kades se-Kabupaten Kolaka,” terang Makmur. (k4/b/iis)

To Top