Lingkar Sultra

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas

Mayat Matius Abba saat di evakuasi polisi dari rumahnya Desa Wonua Mandara Kecamatan Pondidaha

Mayat Matius Abba saat di evakuasi polisi dari rumahnya Desa Wonua Mandara Kecamatan Pondidaha

Unaaha, BKK – Warga Desa Wonua Mandara Kecamatan Pondidaha dibuat heboh dengan penemuan mayat berjenis kelamin Laki-laki, setelah diidentifikasi korban bernama Matius Abba (69) yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang kayu, dan juga sering mendapat pesanan membuat peti mati untuk orang meninggal.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, jazad korban pertama kali ditemukan Isram (32) sekira pukul 11.30 wita. Saat itu saksi mata sedang memindahkan sapi ternaknya, tiba-tiba perciuman Isram terganggu dengan bau yang sangat menyengat. Karena penasaran saksi mata berusaha mencari sumber bau tersebut, Irsam kaget saat melihat jendela rumah korban, karena dari jendela terlihat lalat yang berterbangan.

“Saya lalu menginformasikan kepada tetangga korban, dengan bersamaan kami langsung mencungkil jendela rumah korban. Setelah terbuka bau semakin menyengat, kami langsung yakin bahwa pemilik rumah telah meninggal, dengan kesepakatan kami bersama-sama tetangga korban langsung mendobrak rumah pintu rumah korban,” cerita Irsam.

Di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, karena pada saat ditemukan korban berada dalam kelambu dengan posisi terlentang yang hanya menggunakan celana dalam.

Polisi yang mendapat informasi langsung datang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, dari hasil identifikasi kepolisian, petugas sedikit menemukan keanehan karena dicelana korban yang tergeletak di lantai terdapat percikan darah, tapi hal itu tidak menguatkan dugaan adanya penganiyaan. Karena berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan dari tetangga korban, bahwa korban mengidap penyakit karena sering muntah darah.

“Terakhir kali, dia (korban,red) terlihat pada hari Minggu di gereja. Dan hari Juma’t korban sempat kerumah keluarganya di daerah Abuki untuk membuat peti mati. Beberapa hari lalu kami sempat mencium bau busuk tapi kami tidak terlalu yakin jika itu adalah bau manusia yang telah meninggal, saat itu kami berpikir mungkin bau tersebut adalah bau hewan yang sudah membusuk,” kata salah satu tetangga korban yang tidak mau identitasnya dimediakan.

Sementara itu, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan resmi kepada media, dengan alasan masih mengumpulkan bukti. Tapi dari hasil pantuan koran ini, pihak kepolisian telah melakukan identifikasi dan mengumpulkan beberapa sample untuk diselidiki, setelah itu jenazah korban langsung dibawah di Rumah Sakit untuk dilakukan visum guna mengetahui apa penyebab meninggalnya korban. (k3/b/lex)

To Top