Pemkot Diminta Fokus Tangani Masalah Drainase – Berita Kota Kendari
Beranda

Pemkot Diminta Fokus Tangani Masalah Drainase

  KENDARI, BKK – Masalah banjir yang terus menghantui Kota Kendari, kini menjadi masalah yang harus segera dicarikan solusi dan pemecahannya. Bagaimana tidak, kota peraih Adipura beberapa kali ini, selalu direndam banjir saat mulai memasuki musim penghujan.

Berbagai reaksi muncul dari masyarakat Kota Kendari, yang menuntut pemerintah kota (Pemkot) serius untuk menyeleseikan persoalan banjir.

Hal ini terlihat di beberapa pertemuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dengan masyarakat, dalam musyawarah rembuk pembangunan (Musrembang), yang kebanyakan permintaan masyarakat adalah dibuatkan saluran air atau drainase.

Ketua DPRD Kota Kendari, Abdul Razak, saat ditemui beberapa awak media, seusai menghadiri kegiatan ekspose tujuh tahun pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra), di Hotel Clarion Kendari, Rabu (18/2), mengatakan, dari hasil musrenbang, permintaan masyarakat masih di dominasi dengan permintaan pembuatan drainase untuk mengantisipasi banjir.

“Sudah berapa kali pertemuan, dan masih tetap sama seperti sebelumnya, yaitu permintaan pembuatan drainase,” katanya. Keluhan itu, menurut dia wajar karena jika melihat beberapa waktu belakangan, masalah banjir kerap melanda sebagian wilayah di Kota Kendari saat memasuki musim penghujan.

Untuk tahun 2015 dan tahun 2016 mendatang, masih kata dia, pemerintah kota, diharapkan lebih fokus masalah drainase dan saluran air.

“Yang kita fikirkan sekarang adalah, membuat saluran air yang dapat mengalirkan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan diarahkan ke teluk namun tidak menimbulkan sedimentasi yang tinggi. Salah satu caranya adalah dengan membuatkan saluran air dengan volume yang lebih besar. Dan saya rasa pemkot telah memikirkan hal itu,” terangnya.

Ketua DPRD dua periode ini juga mengatakan, dalam tahun ini akan ada penambahan satu alat berat lagi untuk menyedot lumpur.” Tahun ini juga sudah dianggarkan unutk menambah alat penyedot agar lebih maksimal, tahun depan juga mungkin akan ditambah lagi,” jelasnya.

Masalah banjir ini juga tak luput dari beberapa aktivis penggiat lingkungan hidup. Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kota Kendari, Kisran Makati, saat ditemui beberapa waktu lalu, mempertanyakan pemkot dalam hal penyeleseian masalah banjir.

Dengan predikat kota peraih adipura beberapa kali, sangat tidak relevan dengan fakta dilapangan.”Jangan hanya soal bergiat meraih adipura, tapi masalah yang jelas ini harus ditangani, kota peraih adipura tapi banjir dimana-mana, kan aneh,” tuturnya,(10/2). (p8/d/jie)

To Top