Kasuistika

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Bonggoea

KENDARI, BKK – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi telungkup di teras bangunan Metro Futsal By Pass Jalan La Ode Hadi Kelurahan Bonggoea Kecamatan Wuawua Kota Kendari, Selasa (17/2). Mayat itu pertama kali ditemukan Agus Salim (32) warga Bonggoea pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita.

Dari pantauan jurnalis koran ini di tempat kejadian perkara (TKP) meskipun mayat tersebut ditemukan sejak pagi hari, namun polisi baru mendapatkan informasi sekitar pukul 19.00 Wita. Dan, sekitar pukul 21.00 Wita mobil tim disaster victim identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Kendari langsung memuat jenazah tersebut untuk kepentingan autopsi.

Jenazah yang diperkirakan meninggal sudah dua hari itu terlihat kurus memakai baju abu-abu dan celana coklat. namun polisi mengetahuinya sekitar pukul. Jenazahnya berlumpur dan sudah dikerumuni semut dan dibagian kaki juga terdapat sebuah seng bekas.

Kepala Kepolsian Sektor (Kapolsek) Baruga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Basuki SIK mengatakan, dari hasil olah TKP sementara tidak ditemukan tanda-tanda akibat kekerasan. Namun, meskipun demikian katanya, untuk mengetahui penyebab kematiannya masih harus menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Selain itu sambung Agung, polisi juga pasti memanggil saksi Agus sebagai orang yang pertama kali melihat mayat untuk.

“Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya kita harus tunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Dan pasti polisi akan memanggil saksi yang menemukan pertama kali,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Kendari ini, saat ditemui di TKP.

Menurt Agung, mayat itu sudah tergelatak lebih dari dua hari, karena mayatnya sudah sedikit bau. Ia juga mengimbau jika ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri-ciri yang sama dengan korban agar segera mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara atau langsung menghubungi kantor polisi.

Kepada jurnalis koran ini, Agus menuturkan, kala itu dirinya bersama dengan seorang anaknya melintas di TKP untuk mencari lumut sebgai umpan. Namun, tiba-tiba ia menolek di teras bangunan yang sudah lama tidak digunakan tersebut melihat sesok mayat.

Dengan maksud mencari bantuan orang lain, Agus pun bersama anaknya langsung berlari ke jalan raya yang berjarak sekitar 50 meter dari bangunan penemuan tempat penemuan mayat itu. Namun, beberapa pengendara yang melintas yang coba ditahannya tidak dihiraukannya.

Akhirnya, ia bersama anaknya memilih meninggalkan mayat itu dan langsung pergi ke lokasi mancing. Setelah pulang dari memancing baru kemudian diberitahukan kepada warga sekitaran PAsar Panjang untuk pergi melihat sama-sama. Dan, pada akhirnya beberapa warga langsung melapor di kantor polisi.

“Sekitar jam 08.00 Wita tadi, saya sama-sama anakku kebelakang untuk cari lumut tapi saya liat ada mayat. Saya langsung lari di jalan untuk menahan orang yang lewat, tapi mereka tidak menghiraukan saya. Akrhirnya saya juga langsung pergi,” kata Agus saat ditemui di TKP.

Kata dia, sebelum meninggal ia sering bertemu dan memberikan makanan kepada pria tersebut. Namun kala itu beber Agus, melihatnya belum kurus dan memang menurutnya pria tersebut sakit-sakitan serta tidak mau berbicara.

“Saya sering ketemu dia (korban) sebelumnya, tapi dia belum kurus hanya saja memang dia gila. Kalau saya tanya namanya tidak bicara,” terangnya. (cr2/c/lex)

To Top