Kasuistika

Ketua KPU Minta Kasus Penganiayaan dan Perusakan Dituntaskan

*Kapolres: Masih Penyidikan

KENDARI, BKK – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatulah SH mengeluhkan lambannya kinerja pihak Kepolisian Resor (Polres) Kendari dalam mengungkap kasus dugaan penganiayaan dan perusakan di gedung KPU Sultra pada Okber 2014 lalu.

Keluhan itu disampaikan langsung dihadapan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Drs Arkian Lubis SH serta Kapolres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ilham Saparona Hasibuan SIK, saat dikonfirmasi awak media usai acara penyerahan penghargaan KPU RI, yang berlansung di Aula Dacara Mapolda Sultra pada Rabu (18/2).

Padahal, beber pria yang akrab disapa Dayat ini, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) telah disampaikan pihak Polres kepada KPU, namun hingga kini nelum ada penetapan tersangka.

“Secara kelembagaan SP2HP sudah kami terima dari pihak Polres, namun sampai sekarang belum ada penetapan tersangka,” keluhnya.

Dayat menambahkan, karena laporan itu atas nama lembaga, sehingga secara kelembagaan pula ia meminta pihak Polres Kendari yang menangani kasus itu mempercepat melakukan proses penyelidikan dan harus menyelesaiakn kasus tersebut agar dapat memberikan kepastian hukum.

“Kepolisian harus menyelesaikan kasus ini, karena yang melapor atas nama lembaga. Sehingga, cecara kelembagaan kita sudah minta kepada penyidik untuk mempercepat proses penyelidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Kendari AKBP Ilham Saparona Hasibuan SIK dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih penyelidikan,” singkat perwira polisi dengan dua melati dipundak ini.

Diberitakan, penyerangan terjadi pada Jumat (31/10) sekitar pukul 17.30 Wita. Berawal dari La Ode Mustamar cs datang di gedung KPU Sultra membawa surat kuasa dari Muhammad Mudjazin (MM) untuk menemui anggota KPU Sultra, Andi Sahibuddin SAg. Para kurir ditemui Ketua KPU Sultra Hidayatullah dan salah seorang komisioner, La Ode Abdul Natsir Mutalib atau akrab disapa Ojo.

Dalam surat kuasa tertera Andis memiliki utang sebesar Rp 1 miliar kepada MM mantan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal partai PKB Sultra.

Andis Sahibuddin dilaporkan ada di gedung KPU saat itu namun menolak menemui para kurir. Ketika para kurir beranjak pulang, tiba-tiba ada serangan dari sekelompok pemuda dengan batu dan senjata tajam.

Akibat serangan, Ojo dan salah seorang staf sekretariat bernama Hendra mengalami luka-luka akibat tertimpuk batu dan sabetan parang. Mobil dinas Ketua KPU Sultra ikut rusak.

Di kepolisian, dalam kesempatan diperiksa penyidik, Andis Sahibuddin mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak kenal, dan tidak memiliki utang satu rupiah pun kepada MM. Surat itu menurutnya palsu.

Kasus penganiayaan dan perusakan ini dilaporkan Ketua KPU Sultra Hidayatullah. Namun, Hidayatullah dan Ojo. (cr2/c/lex)

To Top