April, Buton Raya Dideklarasikan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

April, Buton Raya Dideklarasikan

Gubernur H Nur Alam didampingi H La Ode Djeni Hasmar memberikan keterangan rencana deklarasi Provinsi Buton Raya. (foto: pandi/bkk)

Gubernur H Nur Alam didampingi H La Ode Djeni Hasmar memberikan keterangan rencana deklarasi Provinsi Buton Raya. (foto: pandi/bkk)

*Bertepatan Peringatan HUT Sultra di Konawe

KENDARI, BKK – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah membuat rencana pendeklarasian calon daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Buton Raya pada April 2015 nanti.

Hal dikatakannya usai ekspose tujuh tahun kepemimpinannya di Hotel Clarion Kendari, Rabu (18/2). Menurut orang nomor satu di Sultra ini, deklarasi merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi bersama masyarakat untuk mengusulkan pembentukan Provinsi Buton Raya ke pemerintah pusat.

“Ini adalah komitmen kita bersama masyarakat. Saya sudah perintahkan kepada Biro Pemerintahan Provinsi Sultra selambat-lambatnya 25 April sudah deklarasi,” ungkap Nur Alam.

Semua syarat administratif, teknis dan berbagai pertimbangan politik serta kewilayahan urai Nur Alam, sudah dipersiapkan oleh panitia pemekeran. Sehingga, lanjut dia, setidaknya pada bulan April nanti dokumen pemekaran sudah di meja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Meski begitu, lanjut dia, Gubernur Sultra belum ingin menyebutkan kabupaten apa yang akan dimasukan dalam provinsi baru ini.

“Yang jelasnya, kita harus sabar dulu. Kita kerjakan tahap demi tahap. Nanti pada saat deklarasi baru kita tahu (kabupaten yang ikut),” tuturnya.

Berkait dengan nasib Kabupaten Muna yang berada di tengah “dilema” antara Buton Raya atau Sultra, Nur Alam mengaku tidak ingin berpolemik atau diskriminasi. Ia mengaku, dalam pengusulan nanti tetap terbuka begitu pula bagi Muna dan Muna Barat untuk bergabung ke dalam administrasi pemerintahan Buton Raya.

“Hanya memang, syaratnya ada lima kabupaten. Namun, bukan berarti tidak bisa lebih. Kita bisa usulkan enam, tujuh atau delapan,” terangnya.

Saat ini, lanjut dia, panitia sedang merampungkan administrasi pemekaran tersebut. Nantinya, sebut dia, pada April sudah akan ada kejelasan kabupaten mana saja yang akan masuk dalam Buton Raya.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat dari Buton Raya La Ode Djeni Hasmar mengaku, wacana Buton Raya bukan hanya keinginan masyarakat Buton. Tetapi, alas dia, dukungan pemekaran datang dari masyarakat dan tokoh dari daratan Konawe.

“Ini merupakan seluruh masyarakat Sultra,” alasnya.

Ia menyebutkan, ada beberapa daerah yang sudah dimasukkan dalam administrasi Provinsi Buton Raya ini. Misalnya, beber dia, Buton, Wakatobi, Baubau, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Buton Utara.

“Kalau Kabaena dan Muna saya belum tahu,” katanya.

Meski begitu, lanjut dia, tahapan perbaikan administrasi sedang dilaksanakan oleh panitia. Sehingga, bisa saja beberapa daerah yang belum dimasukan bisa terdaftar ikut dalam provinsi yang mayoritas berada di kepulauan Sultra ini.

Masih di tempat yang sama, Bupati Buton Umar Samiun mengaku, wacana pemekaran Buton Raya sudah diusulkan sejak beberapa tahun silam. Hanya saja, kata dia, masih ada kekurangan dalam bentuk keterpenuhan wilayah atau kabupaten.

“Sekarang, administrasinya sedang dirampungkan. Kalau kita lihat dari beberapa pemekaran yang sudah dilakukan, maka Buton Raya sudah bisa dimekarkan,” ujarnya.

Umar memperkirakan, pada tahun 2015 ini Buton Raya sudah dapat dimekarkan tergantung kelengkapan administrasi dan syarat yang dibutuhkan.

“Kita perkirakan pasti 2015 sudah tuntas (mekar). Kita tunggu saja nanti,” tutupnya. (cr1/c/lex)

To Top