Headline

Pelanggaran Lalin Masih Tinggi

Kapolda Sultra Brigjen Pol Drs Arkian Lubis SH, saat membuka Diskusi Terbuka Keselamatan Berlalu Lintas dengan tema "Bersatu, Keelamatan No 1, menuju Indonesia Tertib 2015", berlangsung di Grand Clarion Hotel Kendari, Selasa (17/2)

Kapolda Sultra Brigjen Pol Drs Arkian Lubis SH, saat membuka Diskusi Terbuka Keselamatan Berlalu Lintas dengan tema “Bersatu, Keelamatan No 1, menuju Indonesia Tertib 2015”, berlangsung di Grand Clarion Hotel Kendari, Selasa (17/2)

*Rekayasa Lingkungan Guna Kurangi Resiko Laka Kendari

BKK – Pelanggaran lalu lintas di daerah ini menunjukan masih dalam kategori cukup tinggi, dan ironisnya pelaku pelanggaran tersebut dominan dilakukan generasi muda yakni berumur antara 15 hingga 29 tahun.

Demikian hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Sultra, Brigjen Pol Drs Arkian Lubis SH, saat membuka Diskusi Terbuka Keselamatan Berlalu Lintas dengan tema “Bersatu, Keelamatan No 1, menuju Indonesia Tertib 2015”, berlangsung di Grand Clarion Hotel Kendari, Selasa (17/2).

Pada kesempatan itu, Kapolda memberkan data Dirlantas Polda Sultra tahun 2014, lanjutnya, total pelanggaran yang terjadi di wilayah Sultra berjumlah 28.635 perkara, meningkat dibanding 2013 hanya berjumlah 27.816 perkara. Sementara untuk angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tahun 2014 mencapai 1009 kasus, menurun dibandingkan pada 2013 yang totalnya 1.238 kasus. Kapolda memaparkan, beberapa penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas diantaranya, perilaku penguna jalan, faktor lingkungan, kondisi jalan, dan kendaraannya. “Faktor-faktor inilah yang sebahagian besar mendasari seringnya terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dalam upaya mengatasi pelanggaran lalu lintas ini, Kapolda meminta keterlibatan seluruh pemangku kebijakan karena tidak mungkin hanya bisa diatasi oleh jajaran kepolisian. Dikatakan, sesuai undang-undang nomor 22 tahun 2009 bahwa pengguna jalan dijamin keselamatannya oleh pemerintah.

“Ini artinya memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kebijakan,” ujarnya. Kapolda menghimbau masyarakat agar benar-benar membudayakan tertib berlalu lintas, dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. “Kita harapkan melalui diskusi ini siswa-siswa yang hadir kedepannya bias menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tuturnya.

Diskusi publik yang diselenggarakan Harian Rakyat Sultra bekerjasama dengan Polda Sultra itu menghadirkan nara sumber Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Drs M Asrul Azis MAP, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Ir LM Saidin MT, Kabid Kominfo Dishub dan Kominfo Sultra, Drs Muh Hanafi MSi, Kepala Jasa Raharja Cabang Kendari Kurniana SE MSi, dan Ketua Bidang Keolahragaan IMI Sultra Nazaruddin.

Acara dikusi dipandu Pemimpin Redaksi harian Berita Kota Kendari (BKK) Jumwal Shaleh SP. Kadis PU Provinsi Sultra, LM Saidin, menjelaskan, awalnya para perencana jalan tidak berpikir bahwa membangun jalan tidak berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Namun dengan perkembangan teknologi dan zaman, saat ini para perencana jalan mulai sadar bahwa kondisi jalan sangat berperan dalam keselamatan berlalu lintas. “Saat ini perencanaan jalan sudah berorientasi berkeselamatan atau road safety, agar pengguna jalan nyaman,” katanya.

Dalam mewujudkan jalan berkeselamatan tersebut, caranya dilakukan melalui investigasi kecelakaan proses reaktif, berdasarkan pada data tabrakan suatu lokasi, dan bertujuan untuk mengurangi jumlah tabrakan atau tingkat keparahan pada lokasi tersebut.

Selain itu, audit keselamatan jalan proses proaktif, dengan menggunakan keahlian yang sama, namun dilakukan dalam tahap perencanaan untuk mencegah tabrakan. Lanjutnya lagi, penyelenggara jalan akan membuat jalan yang memperingatkan, menginformasikan, memandu dan mengendalikan semua pengguna jalan.

Dengan cara memasang rambu peringatan yang baik yakni spesifik atau tidak umum, lokasi yang benar tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh, tidak tersembunyi. Diulang atau diduplikasi seperlunya, reflektif yang berguna untuk keselamatan di malam hari serta merawatnya dengan baik.

Selain itu, memberikan panduan dengan cara menerus sepanjang rute, konsisten pada seluruh jaringan jalan atau tidak hanya pada beberapa lokasi, dan tidak be rlainan. Kemudian, mengendalikan lalu lalu lintas yang dilakukan penegakan hukum oleh Polisi. Contohnya, standardisasi dimana semua sinyal mempunyai warna sama, semua rambu mempunyai bentuk atau warna yang sama.

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan yel-yel keselamatan berlalu lintas yang dibawakan para duta keselamatan berlalu lintas dari anggota polisi wanita (polwan) Polda Sultra dan Polres Kendari. Kegiatan diskusi menghadirkan peserta dari mahasiswa penerima beasiswa bidik misi UHO, perwakilan pelajar SMA/SMK se-Kota Kendari, dan club motor yang ada di kota Kendari. (cr2/c/lex)

To Top