Beranda

90 Persen Layanan Publik Tidak Siapkan Pojok ASI

KENDARI, BKK – Sekitar 90 persen tempat pelayanan publik di Kota Kendari belum menyiapkan pojok air susu ibu (ASI) atau tempat ibu menyusui.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perlindungan Anak (PA) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) AM Shafwan Sadik mengaku, tidak adanya pojok ASI, menjadi salah satu pelanggaran terhadap aturan.

“Di Kota Kendari, saya lihat yang sudah menyediakan pojok ASI hanya sekitar 10 sampai 15 persen saja. Hal ini masih jauh dari harapan sebenarnya,” terangnya, Selasa (18/2).

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ini menambahkan, tempat-tempat yang diwajibkan menyiapkan pojok ASI adalah pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan pelayanan publik, bank, bandara, pelabuhan dan perusahaan.

Kewajiban untuk mengadakan pojok ASI ini, aku Shafwan, tertuang dalam peraturan menteri.

“Saya kurang hafal aturannya. Tapi, wajib bagi tempat tersebut untuk menyediakan fasilitas pojok ASI,” tuturnya.

Minimnya adanya pojok ASI di Kendari, sebut Shafwan, berbanding terbalik dengan rencana Pemerintah Kota Kendari dalam merencanakan kota layak anak. Ia berharap, kekurangan ini bisa dicarikan solusi agara program pemerintah tentang kota layak anak bisa diperkuat.

“Kan lucu, kalau kota layak anak tapi kita belum melaksanakan ketentuan yang melindungi anak dan ibunya,” katanya.

Pentingnya diadakannya pojok ASI ini, menurut dia, berkait dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Sebab, alas dia, untuk menyusui bayinya, ibu-ibu harus memiliki ruang yang tepat agar tidak terlihat langsung oleh orang banyak.

“Bagaimana kalau ibu dia nyusui anaknya di tempat umum. Kan tidak etis juga,” alasnya.

Adanya aturan ini, tambah dia, sebagai bentuk perlindungan terhadap anak dan perhatian kepada perempuan. Meski begitu, aku dia, aturan tersebut belum memiliki kekuatan sanksi bagi pihak yang tidak menaatinya.

“Saya pikir tidak kuat sanksinya. Mungkin, ini perlu kita sosialisasikan agar seluruh masyarakat paham dan mengerti pentingnya pojok ASI ini,” ujarnya. (cr1/d/jie)

To Top