Lingkar Sultra

Sungai Konaweeha Status Siaga

Anak-anak asyik bermain di sungai Konaweha, namun jika hujan terus menerus bisa membahayakan yakni datangnya banjir. (foto: dok)

Anak-anak asyik bermain di sungai Konaweha, namun jika hujan terus menerus bisa membahayakan yakni datangnya banjir. (foto: dok)

* BPBD Konawe Ingatkan Bencana Banjir

BKK, Unaaha- BMKG telah mengumumkan prediksi musim penghujan dengan intensitas tinggi disertai angin keras di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) bakalan terus berlanjut hingga April mendatang. Olehnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe mewarning masyarakat untuk berhati-hati di masa transisi musim yang dianggap ekstrim tersebut, utamanya mereka yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweeha.

Hal itu dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Konawe, Jahiuddin saat ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada para camat dan desa/ lurah untuk menyampaikan kepada masyarakatnya supaya waspada terhadap bencana banjir dan angin puting beliung,”tuturnya.

Dikatakan, sejak awal tahun (Januari) intensitas hujan disertai angin relatif tinggi, sehingga volume air di sungai Konaweeha dari hulu ke hilir sedang mengalir deras. Atas dasar itu masyarakat diminta untuk sementara menanggalkan kegiatannya di sekitar aliran sungai yang dimaksud.

Selain itu dia juga meminta kepada masyarakat pemukim yang tinggal di daerah dataran rendah saat ini telah berstatus siaga. Pasalnya, jika dilihat dari curah hujan yang hampir setiap saat menguyur, maka potensi bencana banjir bandan tidak dapat pula terhindarkan, seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa daerah yang sering menjadi langganan banjir masing-masing: Kecamatan Wawotobi, Unaaha, Wonggeduku, Pondidaha,
Lambuya, Amonggedo, Sampara, Ulupohara, Bondola dan Kapoyala.

Bukan saja itu, kata dia, hal yang paling dikhawatirkan adanya potensi angin puting beliung dan tanah longsor. Apalagi kondisi hutan Konawe saat ini sudah tidak dapat diandalkan atas kegiatan pembukaan lahan yang dilakukan secara besar-besaran. “Sehingga dimasa transisi musim ini masyarakat harus benar-benar mewaspadai cuaca ekstrim yang kemungkinan dapat memporak-pornda wilayah Sultra pada umumnya,” jelasnya. (k3/b/lex)

To Top