Lingkar Sultra

Pelabuhan Industri masih Terkendala Amdal dan RTRW Provinsi

Unaaha, BKK- Progres Penyelesaian pekerjaan pelabuhan mega Industri di Kecamatan Kapoyala Kabupaten Konawe terpaksa berjalan alot setelah terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) belum rampung.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengaku, tidak akan menabrak regulasi tesebut. Olehnya, pihaknya akan tetap menunggu penyelesaian dokumen administrasi pendukung pembangunan pelabuhan tersebut.

“Semuanya itu butuh proses. Jadi kita tunggu saja penyelesaian dokumennya,”jelasnya kepada wartawan, pekan lalu.

Dikatakan, jika seluruh dokumen pendukung itu sudah rampung, maka pembangunan pelabuhan di Kapoyala akan segera dibangun sesuai dengan target penyelesaiannya.

Ditanya soal kesiapan, pihaknya mengaku sudah siap termasuk para pekerja. Para pekerja tekhnisnya dari tenaga profesional Cina.
“Kalau dari pelabuhan kita ke Cina itu hanya membutuhkan 15 hari perjalanan,”tuturnya.

Memang pasca ditetapkan undang-undang 23 tahun 2014 soal kewenangan penuh pusat dan provinsi agak menyulitkan kegiatan investasi di daerah. Karena pajangnya sistem administrasi birokrasi.
Begitupula dengan pembebasan lahan, masih ada beberapa pemilik lahan yang belum tuntas tawar menawarnya. Karena nego lahan yang ke perusahaan terlalu besar. Tetapi saat ini, kata dia, sedang dalam pengurusan, untuk informasi terakhir pemilik lahan sudah mau denga standar pembayaran ganti rugi tersebut.
“Kita masih melakukan pendekatan kepada masyarakat,”tuturnya. (k3/b/lex)

To Top