Nelayan Talia Keluhkan Bantuan Kapal DKP – Berita Kota Kendari
Beranda

Nelayan Talia Keluhkan Bantuan Kapal DKP

 Kapal bantuan DKP Kota Kendari kepada nelayan Talia yang ukurannya sangat kecil. Bagi nelayan setempat, empat buah kapal yang diberikan bukan kapal tangkap tapi kapal memancing. (foto:rull/bkk)

Kapal bantuan DKP Kota Kendari kepada nelayan Talia yang ukurannya sangat kecil. Bagi nelayan setempat, empat buah kapal yang diberikan bukan kapal tangkap tapi kapal memancing. (foto:rull/bkk)

*Bermohon Kapal Tangkap, Tapi Dibantu Kapal Memancing

KENDARI, BKK – Bantuan berupa empat buah kapal tangkap yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari kepada masyarakat Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari, dianggap tidak layak pakai. Pasalnya, ukurannya terlalu kecil.

“Pembagian kapal berdasarkan proposal yang kami ajukan, dimana dalam proposal ersebut kami masukan permohonan bantuan kapal tangkap ikan dengan ukuran yang luas 9 gt (Gross Tonnage). Namun, yang direalisasikan DKP adalah kapal ukuran 2 gt. Dengan ukuran ini keluar dari sekitar pantai saja udah tenggelam. Ini bukan kapal tangkap tapi kapal untuk memancing,” keluh seorang nelayan Talia yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kata sumber itu, ada empat kelompok yang proposal bantuannya diterima DKP, dimana permohanannya semua meminta kapal tangkap dengan ukuran luas. Realisasinya ternyata kapal ukuran kecil yang tidak bisa digunakan untuk menangkap ikan, kecuali untuk memancing saja.

Menurut nelayan tersebut, ada kesan DKP memaksakan agar bantuan tersebut diterima saja. Apabila ditolak akan dialihkan ke kelompok lain. Berdasarkan hal itu dan takut jangan sampai pada pengajuan proposal kedepan sudah tidak diloloskan maka mau tidak mau bantuan terpaksa diterima walau tidak dapat dimanfaatkan.

Lurah Talia, Rahmat saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Lapulu, Jumat (13/2) membenarkan keluhan warganya, dimana dalam pengajuan proposal yang dimasukkan warganya itu meminta bantuan dengan ukuran kapal besar untuk membantu mereka menangkap ikan, namun yang diberikan malah kapal dengan ukuran kecil.

“Saya juga mendapat keluhan dari warga Talia yang tidak menerima bantuan tersebut karena ukurannya sangat kecil. Sementara untuk menangkap ikan, mereka sampai berlayar ke laut lepas, namun karena berlandaskan takut tidak mendapat bantuan lagi mereka dengan terpaksa menerimannya, walupun jelas kapal yang mereka dapat tidak dapat dimanfaatkan,” jelasnya.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, Hatija, Jumat (13/2) menjelaskan, kalau pengadaan kapal tangkap yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Talia memang tidak sesuai dengan permohonan yang ada dalam proposal, tetapi itu disebabkan karena anggarannya yang tidak memadai.

“Kami masih kekurangan anggaran dalam menyahuti kebutuhan masyarakat, didalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) suda disiapkan pembuatan empat buah kapal tangkap, namun untuk ukuran yang sesuai dengan keinginan warga itu tidak mencukupi sehingga kami membuat dengan ukuran kecil,” ujarnya.

Dia juga membantah kalau pihaknya melakukan pemaksaan dalam memberikan bantuan, hanya saja ada perjanjian yang dilakukan kepada kelompok penerima bantuan apabila tidak mau menerimanya sebab tidak dapat digunakan maka akan dipindah tangankan kepada kelompok lain.

“Kami tidak pernah memaksa masyarakat untuk menerima bantuan tersebut, tetapi kalau memang tidak bisa dimanfaatkan atau dari pada dijual mending diberikan kepada kelompok lain yang ingin menerimannya. Selain itu saya juga menginformasikan kepada lurah Talia untuk memantau kelompok yang apabila tidak mempergunakan kapal atau menjualnya maka untuk menariknya,” jelasnya.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Subhan ST, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hal ini, sebab sangat disayangkan apabila bantuan yang diberikan kepada warga tidak sesuai dengan keinginannya apalagi kalau sampai tidak dimanfaatkan.

“Kami dari komisi dua yang membidangi masalah ini akan mencoba memanggil DKP untuk menjelaskan apa yang menyebabkan bantuan mereka kepada masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena sangat disayangkan sekali apabila bantuan yang sudah ada tidak dapat dimanfaatkan. Kami juga akan melihat Rencana Kerja Anggaran (RKA) untuk menyesuaikan dengan pembuatan kapal” tutupnya. (p5/c/jie)

To Top