Madiun Belajar Kelola Sampah di Kendari – Berita Kota Kendari
Beranda

Madiun Belajar Kelola Sampah di Kendari

 Wakil Bupati Madiun, Iswanto MSi (kedua dari kanan), didampingi Wali Kota Kendari, Sekda Kota Kendari, dan Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari, saat mengunjungi kampung mandiri energi, di dekat TPAS Puuwatu. (Foto:Wiwid/BKK)

Wakil Bupati Madiun, Iswanto MSi (kedua dari kanan), didampingi Wali Kota Kendari, Sekda Kota Kendari, dan Kepala Dinas Kebersihan Kota Kendari, saat mengunjungi kampung mandiri energi, di dekat TPAS Puuwatu. (Foto:Wiwid/BKK)

KENDARI, BKK – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa daerah di luar Kendari.

Setelah rombongan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) bersama 24 wartawan lokal DIY berkunjung beberapa waktu lalu. Sekarang giliran Wakil Bupati Madiun, Provinsi Jawa Timur, beserta rombongan mendatangi TPA Puuwatu, untuk belajar cara pengelolaanya.

Wakil Bupati Madiun, Iswanto MSi, kepada awak media, Jumat (13/2), mengatakan, kedatangan di Kendari beserta rombongan adalah untuk belajar bagaimana mengelola sampah yang ada di Kendari, yang dinobatkan sebagai salah satu TPA terbaik.

“Terus terang saja, seperti awal, ada motivasi saya ke sini, setelah ada formasi dari Jakarta agar melakukan study banding ke Kendari. Ternyata saya melihat langsung yang ada di lapangan, dan saya sangat kagum,” jelasnya.

Sistem pengelolaanya sangat baik, lanjut dia, Karena seperti biasanya, dimana-mana TPA itu dekat dengan lalat dan bau busuk. Tapi kalau TPA di Kendari bahkan seperti tempat wisata, bisa untuk bersantai sampai bisa untuk makan.

Dirinya juga mengatakan, hasil studi banding soal pengelolaan TPA di Kendari ini, sebisa mungkin untuk diteraokan di Madiun. “Kami sebisa mungkin akan mencoba menerapkannya di Madiun, karena apapun itu, contoh kongkrit dan implementasi salah satu TPA terbaik di Indonesia di Kendari. Itu bisa ditiru dan di aplikasikan di daerah-daerah lain,” tambahnya.

Namun dirinya tidak menampik, adanya kendala jika sistem ini diterapkan di Mediun. “Kendala kalau di madiun itu, adalah masalah luasan lahan. Tapi satu hal, soal pengelolaan sampah menjadi gas metan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari itu yang sangat luar biasa, dan mungkin hanya ada di Kendari,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc, yang mendampingi rombongan hingga ke TPA Puuwatu, mengatakan, berterimaksih atas kunjungan dari Wakil Bupati Madiun yang melakukan studi banding di Kendari.

“Terimakasih atas kunjungannya di Kendari untuk study banding, mudah-mudahan apa yang kami lakukan di Kendari soal TPA ini bisa di terapkan juga di Madiun,” ungkapnya saat menyambut rombongan.

Tak jauh berbeda, Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan, Kota Kendari, Tin Farida, juga berterimaksih dengan adanya kunjungan daerah lain untuk melakukan study banding di TPA Puuwatu. “Ini bisa menambah motivasi kita untuk terus mengembangkan TPA Puuwatu ini agar lebih baik,” jelasnya singkat.

Selain mengunjungi TPA Puuwatu, Wakil Bupati dan rombongan yang di dampingi langsung oleh Wali Kota Kendari, mendatangi sejumlah tempat. Diataranya Perkampungan mandiri, Pasar PKL hingga Pasar sentral kota. (p8/b/jie)

To Top