Hampir Seluruh Wilayah di Kendari Berpotensi Banjir – Berita Kota Kendari
Aneka

Hampir Seluruh Wilayah di Kendari Berpotensi Banjir

KENDARI, BKK – Banjir yang menggenangi jalan-jalan utama dan sebagian perumahan warga setiap kali turun hujan, membuat masyarakat resah dengan kondisi ini.

Bagaimana tidak, setiap kali turun hujan dengan intensitas hujan sedang dan hujan deras, dengan durasi tiga puluh menit hingga satu jam sebagian wilayah di Kota Kendari langsung terendam banjir.
Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi dan Tanggap Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Riyanti Djalante, Jumat (23/2), mengatakan, hampir seluruh wilayah di Kota Kendari berpotensi banjir dan tanah longsor.

“Kalau ditanya soal wilayah mana yang berpotensi bencana, hampir seluruh wilayah di Kota Kendari berpotensi. Tapi harus dilihat dulu, bencana apa, kalau banjir, hampir seluruh wilayahnya, terutama dataran rendah sangat berpotensi banjir. Nah kalau bencana tanah longsor, itu daerah bukit-bukit,” jelasnya.

Riyanti mengatakan, daerah-daerah di Kota Kendari yang sangat berpotensi terjadinya banjir, seperti daerah Kendari Barat, Lepolepo, Anduonohu, Baruga dan beberapa wilayah dataran rendah lainnya.

“Kalau longsor, itu berpotensi daerah yang pegunungan dan berbukit,” katanya.
Untuk itu, lanjut dia, BPBD Kota Kendari sendiri sudah melakukan sosialisasi untuk tanggap darurat bencana dengan melakukan sosialisasi wilayah yang rawan dan cara mengantisipasinya.

“Intinya masyarakat semua harus waspada, dengan adanya musim hujan ini yang nanti puncaknya pada bulan Maret, semua harus waspadalah,” tambahnya.
Sementara itu, melihat kondisi Kendari yang dilanda banjir setiap hujan turun. Mengundang berbagai reaksi beberapa masyarakat dan penggiat lingkungan hidup.

Salah satunya datang dari Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kota Kendari, Kisran Makati, yang menyebut, pemkot saat ini sedang ngebut melakukan pembangunan namun terkesan mengabaikan dampak lingkungannya.

“Tentu, aktivitas pembangunan ini akan mengurangi daerah-daerah resapan air yang ada di Kendari, selain itu dampak lainnya juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya banjir. Salah satunya adalah banyak gedung-gedung yang tidak memperhatikan tempat-tempat saluran pembuangan air hujan, banyak ruko-ruko yang letaknya lebih tinggi dari jalan, tentu air itu akan masuk ke jalan-jalan. Ini hanya untuk kepentingan komersil beberapa pihak saja dan aspek lingkunganya diabaikan,” jelasnya, Kamis (12/2).

Selain itu, lanjut dia, masalah yang sudah lama tidak tertangani, seperti sedimentasi pada saluran air dan pendangkalan sungai yang semakin parah, tidak kunjung diseleseikan. “Katanya sudah beli alat untuk penghisap lumpur, ada alat berat juga. Tapi faktanya apa, kalau hujan sebentar saja sudah terendam jalan-jalan,” tambahnya.

Kisran menambahkan, jika hal ini tidak segera mendapat solusi konkret, tapi hanya sebatas wacana saja, kejadian banjir dahsyat pada tahun 2013 bisa saja terulang kembali.

“Ya iya lah, karena Pemkot saya rasa tidak belajar dari pengalaman banjir dasyat beberapa tahun lalu, jangan juga hanya menyalahkan masyarakat yang membuang sampah, ini terkesan pemerintah tak mau disalahkan,” tutupnya. (p8/c/jie)

To Top