Bisnis & Ekonomi

Satu Tiket Penerbangan, Calo Bisa Untung Rp 10 Juta

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta- Praktik percaloan dalam transaksi jual beli tiket pesawat di bandara semakin mengkhawatirkan saat ini. Hal tersebut menjadi dasar pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memutuskan untuk meniadakan loket penjualan tiket di bandara.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II), Budi Karya Sumadi mengungkapkan, hasil penelusuran perusahaan, calo tiket tersebut dapat meraup untung sebesar Rp 5-10 juta dengan menjual tiket untuk satu penerbangan.

Dia pun mengakui, ada permainan orang dalam. Khususnya pihak maskapai penerbangan, yang membuat praktik pencaloan ini tetap tumbuh. Alasannya, karena keuntungan yang didapat begitu menggiurkan.

Selain itu, lanjutnya, modus yang biasa dilakukan, antara lain dengan menahan tiket promosi yang dikeluarkan atau dijual ke calo tanpa dicatat. Jika sudah ada pembelinya, baru pihak maskapai mencatat data penumpang.

“Ini merugikan airlines-nya juga, karena bisa tidak laku tiketnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Budi menyambut baik kebijakan tersebut, dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan para penumpang di masa depan.

“Karena ini menarik, sistemnya dibenarin,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri menyampaikan, perusahaan beberapa waktu lalu baru menangkap basah beberapa calo yang beroperasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Petugas keamanan bandara memergoki sang calo sedang bertransaksi di parkiran bandara.

“Di sana, ada printer segala dan macam-macam, pokoknya sudah niat sekali,” jelasnya.

Menurut Ituk, permasalahan ini menjadi salah satu fokus utama pembenahan bandara yang dikelola AP II dengan jajaran direksi baru saat ini. Pasalnya, itu sangat merugikan para penumpang.

“Ada penumpang yang sudah mendekati check-in itu buru-buru. Ternyata tidak bisa check-in karena sudah di calo,” tegasnya. (net/iis)

To Top