Aneka

Mantan Atlet Andalan Indonesia Jadi Tukang Kebun

 Atlet Indonesia yang berprestasi masih ada yang hidup susah di hari tuanya.

Atlet Indonesia yang berprestasi masih ada yang hidup susah di hari tuanya.

PALU – Bagi masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), nama pelatih dayung Haryono dan Salma sudah tidak asing lagi.

Pasangan suami istri itu sebelum terjun menjadi pelatih adalah atlet yang sudah banyak pengalaman bertanding dengan segudang prestasi di tingkat nasional, bahkan internasional.

Saat masih menjadi atlet, keduanya menjadi andalan Sulteng di kejuaraan nasional dan beberapa kali memperkuat tim Indonesia di kejuaraan internasional.

Setelah pensiun sebagai atlet karena faktor usia, Haryono dan Salma memilih menjadi pelatih. Dari tangan keduanya, lahirlah sejumlah atlet nasional asal Sulteng, seperti Yordan Yorri yang dijuluki ‘si raja kano’ Indonesia.

Yordan beberapa kali merebut medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan ketika memperkuat tim Merah Putih di SEA Games dan Asian Games serta sejumlah kejuaraan internasional lain, Yordan mengukir pretasi cemerlang mengharumkan nama Indonesia.

Selain Yordan, ada juga pedayung nasional seperti Armin dan Harun.

Meski usia terus bertambah, Haryono dan Salma tetap menjadi pelatih dayung.

“Saya dan istri masih aktif melatih beberapa atlet, meski hanya mengandalkan perahu yang sudah tua,” kata Haryono, mengutip dari Antara, Rabu (11/2).

Lokasi latihan atlet tetap di Sungai Palu. Kebetulan rumah mereka terletak di pinggiran sungai. Namun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak, Haryono dan Salma terpaksa harus berjuang keras membuka kebun kakao di Kecamatan Palolo.

“Ya kebetulan istri saya beberapa tahun lalu mendapat bonus dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, sebagian uang itu dipakai membeli kebun kakao di Palolo, Kabupaten Sigi,” imbuhnya.

Menurut dia, jika tidak bertani, bagaimana bisa menyambung hidup sehari-hari dan membayar biaya pendidikan anak-anak.

Sebagai mantan atlet dan juga pelatih, mereka tidak punya sumber penghasilan tetap seperti gaji atau honor bulanan, selain berusaha mengolah kebun kakao.

Dari hasil kebun, ia sudah bisa membiayai seluruh kebutuhan pendidikan anaknya. (bs)

To Top