Kebun Benih Tebu Rakyat Dibangun di Muna – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Kebun Benih Tebu Rakyat Dibangun di Muna

“Kita sudah gelar sosialisasi untuk neting area pada masyarakat di Kontumere. Karena awal tahun ini, kita akan bangun kebun benih tebu seluas 50 hektar di Kontumere. Dananya berasal dari APBN murni sekitar Rp 9 miliar” Ir Bambang MM, Kadis Perkebunan dan Hortikultura Prov Sultra

Total Anggarannya Rp 9 M Berasal dari APBN

bibit pindah ke lahan    RAHA, BKK – Tidak lama lagi Kabupaten Muna akan memiliki pabrik gula nasional yaitu PT Wahana Surya Agro. Saat ini Pemkab Muna yang bekerjasama dengan Dinas Perkebunan dan Holtikultura Pemprov Sultra, sedang melakukan sosialiasi pada masyarakat di Kontumere Kabupaten Muna. Menurut Kadis Perkebunan dan Holtikultura Prov Sultra Ir Bambang MM, tahun 2015 di Kabupaten akan dibangun kebun benih induk di Kontumere

“Kita sudah gelar sosialisasi untuk neting area pada masyarakat di Kontumere. Karena awal tahun ini, kita akan bangun kebun benih tebu seluas 50 hektar di Kontumere. Dananya berasal dari APBN murni sekitar Rp 9 miliar. Nanti kebun benih di Kontumere ini akan kita perluas menjadi 7 kali lipat, atau 350 hektar. Sumber dananya berasal dari APBN P tahun 2015,” terang Bambang. MM kepada jurnalis koran ini usai menggelar sosialisasi di Kontumere Kabupaten Muna, Rabu (11/2).

Dia merincikan bahwa total anggaran kebun benih 50 hektar Rp 6 miliar 620 juta. Namun nilai itu belum termasuk alat traktor 3 unit, 1 unit mobil dan pompa air. “Rp 6 miliar 620 juta baru untuk kebub benih. Belum termasuk 3 unit traktor. 1 unit traktor harganya mencapai Rp 950 jutaan,” katanya.

Menurutnya, traktor ini menjadi aset Pemprov Sultra dan akan dipinjamkan nantinya kepada para petani. Kemudian mobil 1 unit dan pompa air. Jika ditotalkan sekitar Rp 9 M setiap 50 hektar kebun benih tebu.

Dalam sosialisasi tersebut, Bambang didampingi Kabid Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Muna Hamalin.

Menurut Ir Bambang MM, persyaratan untuk mendirikan pabrik tebu, memang harus ketersedian lahan seluas 7.500 hektar di Kabupaten Muna. Saat ini baru 3000 hektar yang tersedia yang berlokasi di Muna Barat.

“Makanya kami harap ada peran aktif masyarakat dan pemerintah daerah untuk tersedianya lahan inti itu. Setelah itu barulah pemerintah melalui Kementrian Pertanian RI memfasilitasi pemgembangan plasma tebu rakyat. Kemudian akan disediakan bibit, pupuk, benih oleh Kementrian Pertanian RI,” tambah Bambang.

Ditambakanya khusus kebun benih tebu 50 hektar sumber danaya dari APBN murni tahun 2015. Sedangkan pemgembangan untuk 350 hektar yang dimulai April – Mei 2015, dananya bersumber dari APBN P tahun 2015. Sistim kerjanya padat karya melibatkan masyarakat baik penanaman, penyiangan, pemupukan , pemeliharaan dan sebagainya. Jika proyek ini berhalan maksimal, katanya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Belum termasuk aliran dana yang masuk ke Kabupaten Muna, berdirinya rumah rumah makan, dan hotel. (k1/b/lex)

To Top