Generasi Produktif Indonesia Banyak Menganggur – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Generasi Produktif Indonesia Banyak Menganggur

Kelompok pengangguran di Indonesia mayoritas diisi oleh kelompok usia produktif.

Kelompok pengangguran di Indonesia mayoritas diisi oleh kelompok usia produktif.

JAKARTA, BKK – Angka pengangguran di Tanah Air masih tinggi. Bahkan, data menunjukkan, kelompok usia produktif di Indonesia banyak menganggur.

Managing Director Putera Sampoerna Foundation (PSF), Nenny Soemawinata, memaparkan, saat ini 22 persen masyarakat Indonesia yang berusia 15 hingga 24 tahun tidak memiliki pekerjaan.

“Tingginya angka pengangguran ini dilatarbelakangi juga oleh masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan di tingkat lebih tinggi,” kata Nenny, dalam diskusi pendidikan di Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Rabu (11/2).

Nenny mengimbuhkan, dari 5,6 juta siswa-siswi Indonesia yang berada di tingkat sekolah dasar (SD), hanya 2,3 juta siswa yang menamatkan sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Data tersebut, kata Chief Operating Officer Sampoerna School System, Richard Carpenter menunjukkan begitu penting bagi Indonesia untuk mencari solusi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam mencari kerja.

Dia menyebut, pada level pendidikan tinggi, hanya tiga perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam daftar 400 universitas terbaik dunia. Selain itu, tidak satu pun perguruan tinggi Tanah Air masuk dalam 100 daftar universitas terbaik di dunia atau di Asia.

“Data BPS pada Agustus 2013 menunjukkan bahwa pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,17 juta orang. Dari jumlah itu, 442 ribu di antara mereka merupakan lulusan perguruan tinggi atau sekira 5,5 persen dari total tingkat pengangguran terbuka,” ujar Richard.

Bahkan, lanjutnya, total penduduk Indonesia yang bekerja dengan pendidikan setaraf universitas mencapai 7,6 juta jiwa atau 6,83 persen. Angka ini turun dari data pada Februari 2013 yang mencapai 7,9 juta orang. (ozc)

To Top