Lingkar Sultra

Calon Tersangka Korupsi Jadu Berinisial LN

Kajari Raha Raha Drs Chandra Yahya Wello SH didampingi Kasi Intel La Ode Musril SH ketika mengekspose kasus korupsi di Muna.

Kajari Raha Raha Drs Chandra Yahya Wello SH didampingi Kasi Intel La Ode Musril SH ketika mengekspose kasus korupsi di Muna.

RAHA, BKK – Tiga pekan bekerja, akhirnya Selasa (9/2) tim penyelidik kasus pengadaan jaminan hidup (jadup) warga transmigran di Disnakertrans Muna menggelar ekpose pengusutan kasus ini. Dari hasil ekpose itu tim penyelidik Kejari Raha sepakat untuk menaikkan pengusutan kasus ini ketingkat penyidikan dengan calon tersangka berinisila LN.

“Tugas tim penyelidik kasus jadup sudah rampung. Hasilnya sudah diekpose, dan tim sudah sepakat untuk dinaikkan ketingkat penyidikan. Tim sudah menemukan dua alat bukti yang cukup dari kasus ini. Tersangkanya baru satu orang. Tidak menutup ada tambahan tersangka lain, artinya calon tersangka yang lain stanb by. Namun untuk informasi lengkanya silahkan di konfirmasi sama pak Kajari,” terang Kejari Raha Drs Chandra Yahya Wello, SH melalui Kasi Intel La Ode Musril SH pada jurnalis koran ini, Rabu (11/2).

Di tempat terpisah Kasi Pidsus Kejari Raha Moch Kasad SH MH ketika dikonfirmasi hal ini membenarkannya. “Hasil ekpose kasus jadup, tim menyimpulkan kasus ini layak naik ketingkat penyidikan. Calon tersangka baru satu, inisialnya LN,” terang Kasad di ruang kerjanya.

Menurutnya, tim penyidikan kasus jadup ini masih mengkaji keterlibatan dua orang KPA yaitu Drs La Muda Rongga dan Muh Saefuddin Teno SP dalam kasus ini. “Kita masih kaji keterlibatan dua KPA yaitu mantan Kadis Nakertrans Drs La Muda Rongga dan Kadis Nakertrans Muh. Saefuddin Teno, SP dalam kasus ini,” tambah Moch. Kasad, SH. MH.

Disinggung mengenai nilai kerugian negaranya, kata Kasi Pidsus ini ada perubahan. “Ada perubahan mengenai nilai kerugian negara berdasarkan estimasi jaksa yaitu minimal Rp 85 juta. Ada beberapa data baru yang masuk pada kita bahwa ada dana pengembalian Rp 100 juta dari proyek tahun 2012 – 2013 ini,” pungkas Kasi Pidsus Kejari Raha ini.

Sayangnya Kasi Pidsus tidak menyebutkan siapa yang tiba tiba mengembalikan dana Rp 100 juta itu saat kasus ini diproses tim penyelidik Kejari Raha. Padahal saat dirilis Kejari Raha dihari anti korupsi tahun lalu, Kejari Raha menyebutkan estimasi kerugian negara kasus ini senilai Rp 200 juta dari total anggaran Rp 400 juta. (k1/b/lex)

To Top