Lagi, Oknum PNS Kendari Ditangkap karena Narkoba – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Lagi, Oknum PNS Kendari Ditangkap karena Narkoba

KENDARI, BKK – Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kota Kendari, Andi Baso Asgar alias Asgar (33) ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kendari. Ia terbukti menyimpan dan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Asgar diciduk bersama dua tersangka lain, Sayid Saleh Aljufri alias Saleh (35) dan Andi Umar alias Umar (37). Ketiganya, dibekuk di salah satu kamar kos milik Umar, Jalan Mekar Indah Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari, pada Jumat (6/2) sekitar pukul 17.30 Wita.

Kasatnarkoba Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Basri SH mengatakan, ketiganya belum bisa dipastikan statusnya pengedar atau pemakai.

“Bisa pemakai, bisa pengedar,” ujarnya, Selasa (10/2).

Basri menambahkan, ketiganya ditangkap sedamg memiliki atau menguasai dua paket kecil sabu-sabu dengan harga per paketnya sebesar Rp 1,8 juta. Selain dua paket sabu-sabu, polisi ikut mengamankan dua pireks, satu bong, tiga hanphone (hp), satu bungkus rokok, satu gunting, tiga korek gas, dan puluhan kantong plastik bening.

Sebenarnya, kata Basri, berat sabu-sabu per paketnya satu gram. Namun, karena telah dipakai oleh ketiganya maka tiap peket hanya tinggal 0,6 gram. Salah satu barang bukti masih utuh satu gram.

Dalam hasil tes urine Rumah Sakit Bhayangkara Kendari mengungkapkan ketiganya positif menggunakan sabu-sabu. Untuk lebih meyakinkan, polisi masih harus menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar.

tersangka Asgar yang diwawancarai soal kasus ini mengungkapkan, dirinya menggunakan menjual barang haram itu sudah lima tahun. Itu sebelum dirinya menjadi seorang PNS. Selama itu, ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan bandar. Ia berhubungan dengan sang bandar melalui Hp. Sabu-sabu yang dipesannya diambil di berbagai tempat tanpa melaui perantara. Sedang, uangnya ditransfer melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

“Kalau saya sudah transfer uangnya, selanjutnya bandar menyimpan sabu di salah satu tempat. Kemudian saya di SMS untuk ambil barangnya,” tutur warga yang tercatat tinggal di Jalan Ahmad Yani Kematan Kadia

Pria yang telah menjadi PNS selama empat tahun ini membeberkan, seperti halnya sabu-sabu yang dijualnya kepada Umar baru-baru ini, dirinya mentransfer uang sebesar Rp 3,6 juta untuk dua pake sabu-sabu itu. Masing-masing paket berukuran 1 gram.

Kemudian, beber Asgar, bandar menyuruhnya ambil barngnya yang telah diselip di gerbang THR. Sementara itu tersangka lainnya, Saleh mengaku, mendapatkan sabu-sabu dari dari Umar. Sementara, Umar mendapatkannya dari Asgar.

“Saya beli dari Asgar satu paket kecil Rp 1,8 juta,” aku Umar. Satu paket kecil Rp 1,8 juta. Umar mendapat “barang” dari Asgar sebanyak satu paket, seberat 0,6 gram seharga Rp 1,8 juta.

Ketiganya terancam pasal 112, 114 dan atau pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara dan minimal empat tahun penjara.(cr2/a/iis)

To Top