Beranda

BPS: Petani di Sultra Belum Sejahtera

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan bahwa petani di daerah tersebut hingga Januari 2015 masih belum sejahtera yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih di bawah angka 100.

“NTP Sultra Januari 2015 sebesar 99,34 atau turun 0,29 persen dari Desember 2014 tercatat 99,63,” kata Kepala BPS Sultra Adi Nugroho, Senin (09/02).
Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

NTP merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani.
“Ini harus menjadi perhatian dari pemerintah agar kesejahteraan petani Sulut semakin tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan hidup serta berkualitas,” katanya.

Sementara itu, indeks NTP masing-masing subsektor tercatat sebagai berikut: subsektor tanaman pangan (NTPP) 94,70 pon, subsektor hortikultura (NTPH) 95,48 poin dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPP) 100,10 poin.

Untuk subsektor peternakan (NTPT) 103,94 pon dan subsektor perikanan (NTNP) 104,24 poin, sedangkan indek NTP nasional sebesar 101,86 atau naik sebesar 0,53 persen dari sebelumnya 101,32 pon.

Ia menyebutkan, pada bulan Januari 2015 secara nasional 27 provinsi mengalami kenaikan indeks NTP, sedangkan enam provinsi lainnya mengalami penurunan.
Kenaikan tertinggi tercatat di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu sebesar 1,46 persen, penurunan terbesar terbesar di Provinsi Sumatera Barat sebasar 0,62 persen. (ant)

To Top