Aneka

Bakal Senang Dilatih Mourinho

Angel Di Maria memanaskan rumor tentang kepindahan Lionel Messi ke Chelsea. Menurut Di Maria, Messi tak akan kesulitan bermain dengan skema yang diterapkan Jose Mourinho.

Komentar Di Maria itu menambah panas rumor tentang masa depan Messi. Sebelumnya, megabintang berjuluk Si Kutu tersebut memang terus dikabarkan bakal berbaju The Blues, sebutan Chelsea.

“Untuk menjawab pertanyaan kalian, saya tak berpikir dia akan mengalami masalah bekerjasama dengan Mourinho,” terang Di Maria sebagaimana dilansir laman Football Espana.

Namun, gelandang Manchester United itu juga tak yakin Messi akan meninggalkan Barcelona. Pasalnya, Messi saat ini sudah menjadi legenda hidup tim berjuluk Blaugrana itu.

“Pada prinsipnya, saya tak berpikir dia akan meninggalkan Barcelona. Sulit untuk meninggalkan klub yang sudah memberikan Anda segalanya,” tegas pemain asal Argentina itu.

Dukungan kepindahan Messi ke Chelsea juga datang dari pelatih timnas Argentina, Gerardo “Tata” Martino, ikut memberikan komentarnya perihal kemungkinan Lionel Messi meninggalkan Barcelona. Bagi Martino hal tersebut bukan menjadi masalah besar, bila ada klub yang lebih baik untuk Messi nantinya,

Sebelumnya, Messi yang bergabung dengan tim utama Barcelona pada 2004, mengatakan tidak menjamin akan terus bermain untuk El Barca. Meskipun, pemain berjuluk La Pulga itu bahagia bersama tim asal Catalan itu.

Bagi Martino, hubungan antara Messi dan Barcelona seperti mustahil untuk bisa dipisahkan. Namun mantan pelatih Barcelona ini sadar bila banyak klub-klub besar dan hebat lainnya, yang mungkin sempurna menjadi pelabuhan baru bagi pemain berusia 27 tahun itu.

“Ketika anda melihat hubungan yang ia miliki dengan Barcelona, hal tersebut sepertinya mustahil. Namun ketika anda melihat ke sekeliling, ada banyak tim-tim hebat di seluruh dunia yang bakal cocok untuknya. Jadi, saya pikir itu mungkin,” ujar Martino pada Sport.

“Namun saya pikir dia harusnya berada di tempat di mana dia merasa bahagia ketika bermain sepakbola. Saya sendiri tidak pernah berbicara mengenai isu (kepergian) ini dengannya,” tambahnya.

Bahkan, sebelumnya Xavi Hernandez menilai Messi pantas merumput di kompetisi sepakbola termegah saat ini, Premier League. Menurut kapten Barca itu, permainan Messi akan semakin membaik karena cocok permainan cepat ala sepakbola Inggris.

“Saya pikir dia akan menjadi lebih baik lagi di Premier League karena di sana tidak terlalu defensif. Tapi Leo akan bisa menemukan lebih banyak ruang di La Liga” kata Xavi.

Sebelumnya penyerang Barcelona Lionel Messi pernah membuat “gempa kecil” di dunia maya. Ia menjadi follower Instagram klub sepak bola Chelsea dan dua pemain klub itu, yaitu Thibaut Courtois dan Filipe Luis.

Tindakan Messi itu membuat banyak orang berspekulasi soal masa depan penyerang asal Argentina itu di Camp Nou. Hal ini wajar karena media-media Spanyol memang sempat menyebut Messi tidak cocok dengan pelatih Luis Enrique dan mempertimbangkan pindah.

Chelsea dan Paris Saint-German disebut-sebut sebagai klub yang punya keinginan dan kemampuan merekrut Messi. Rumor ini sempat mereda setelah pelatih Chelsea Jose Mourinho menyatakan Chelsea tak punya kekuatan finansial membeli Messi, karena mereka terkena sanksi Financial Fair Play.

Namun, rumor itu kembali marak setelah Messi “mengikuti” Chelsea dan dua pemainnya. Banyak orang di dunia maya kembali membicarakan kemungkinan Messi ke Chelsea. Chelsea dinilai punya peluang lebih besar mendapatkan Messi karena bermain di Premier League yang notabene lebih kompetitif dibanding Ligue-1 dan dilatih oleh Mourinho yang notebene punya reputasi di atas Laurent Blanc.

Tindakan Messi mengikuti Chelsea juga dinilai bukan kebetulan atau tanpa tujuan. Ada beberapa hal yang memunculkan teori ini. Pertama, Messi “mengikuti” Chelsea dan dua pemainnya pada hari Andoni Zubizarreta dipecat dari jabatan direktur olahraga Barcelona dan Carles Puyol mengundurkan diri dari manajemen Barca.

Sebagai catatan, Zubizarreta yang menjadi direktur olahraga selama 4,5 tahun dipecat karena ia dinilai bertanggung jawab atas sanksi dari FIFA, yaitu larangan transfer pada 2015. FIFA menjatuhkan sanksi itu karena Barcelona melanggar prosedur transfer internasional untuk pemain berusia di bawah 18 tahun pada periode 2009-2013. (jos/jpnn)

To Top