Beranda

Sewa Kios Naik, Pedagang Kuliner Kendari Beach Mengeluh

KENDARI, BKK- Pedagang yang menyewa kios kuliner Kendari Beach milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, keluhkan akan dinaikannya sewa menjadi dua kali lipat dari harga sewa awal, yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kendari, hal ini diungkapkan olah salah satu pedagang, Basri Canding (32) saat ditemui di warungnya, Senin (9/2).

“Bukannya tidak sependapat dengan akan dinaikannya sewa warung tersebut, tapi bagi saya itu terlalu tinggi sebab keuntungan yang kami dapat dari berdagang tidak menentu hanya berkisar antara Rp 50-100 ribu per harinya tetapi diluar modal beli bahan dan lain-lannya, sehingga kalau dihitung sampai akhir bulan kita hanya dapat untuk sedikit, belum lagi biaya bayar listrik,” ujarnya.

Jadi kalau sewa warung akan dinaikan sampai Rp 360 ribu maka pada akhir bulan tidak akan dapat untung, sementara biaya kehidupan juga sangat berat, selain itu bangunan yang disewakan juga tidak terlalu baik, memang terlihat elit namun bila hujan turun maka didalam warung basah ini disebabkan pendeknya atap warung, jadi kalau salah satu faktor naiknya sewa karena telah direhap, berarti lebih baik tidak direhap.

Ketua komisi dua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Subhan ST juga mengatakan, nominal dari sewa warung kuliner Kendari Beach yang rencananya akan dinaikan masuk pada tarif yang normal, dimana sebelum itu pihak Dispenda meminta kenaikan samapi Rp 500 ribu namun itu terlalu tinggi sehingga turun sampai Rp 360 ribu.

“Keinginan Dispenda menaikan tarif atau sewa memiliki alasan tersendiri, namun kalau diangka Rp 500 ribu itu juga terlalu memberatkan pedagang, sehingga ketika hearing pada Jumat (6/2) soal tingginya sewa warung kuliner Kendari Beach, kami mengusulkan untuk turun sampai dua kali lipat harga sewa awalnya dan itu disepakati juga oleh pedagang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Andai kata pada saat itu para pedagang tidak sependapat dengan sewa Rp 360 Ribu maka bisa saja kami dari komisi dua untuk mencoba mengusulkan dibawah itu, dengan pertimbangan keluhan-keluhan para pedagang,” terangnya.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar mengatakan, masalah kenaikan harga sewa warung kuliner yang berada di Kendari Beach itu sudah sewajarnya, alasan naiknya selain karena biaya rehap dari warung tersebut, masi ada lagi 11 warung yang belum direhap, kemudian ini juga masuk di Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan kantong pribadi.

“Untuk naiknya harga sewa warung itu sudah sewajarnya dan ini baru kali pertama dia naik, alasannya sendiri adalah untuk biaya rehap dimana lantainya sudah mengunakan tehel, tiangnya dari baja dan juga atapnya masi baru, sehingga kelihatan indah. dari hasil sewa tersebut untuk biaya rehap 11 warung lagi dan juga untuk menambah PAD kita, bukan menjadi keuntungan pribadi,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Selain dari tiga hal tersebut faktor naiknya sewa ini juga untuk mencegah pedagang mengambil tempat atau warung lebih dari satu, sebab kalau tarifnya masih Rp 180 ribu, pedagang bisa menyewa dua tempat. Soal tarif yang di usulkan oleh DPRD Kota Kendari akan coba dibicarakan dulu kepada Pemerintah Kota Kendari kalau disepakati maka SK nya akan kami buatkan. (p5/c/jie)

To Top