Headline

Pers Ibarat Lebah, Jika Diganggu Akan Menyerang

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla memberikan sambutan pada puncak acara Hari Pers Nasional 2015 di Kota Batam.

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla memberikan sambutan pada puncak acara Hari Pers Nasional 2015 di Kota Batam.

* Wapres Hadiri Puncak Peringatan HPN 2015 di Batam
Pers Ibarat Lebah, Jika Diganggu Akan Menyerang

BATAM,BKK- Wakil Presiden RI, H.Muhammad Jusuf Kalla menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015, dilaksanakan di Ballroom lantai 6, hotel Harmoni One, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (9/2).

Dalam sambutannya, Wapres Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, melalui moment ini dilakukan evaluasi dan melihat apa yang akan dilakukan kedepan dan apa yang telah dilakukan. Pers disadari memiliki peran penting di negara manapun, sebab pers merupakan telinga, mata dan mulut negara.

Begitu pentingnya fungsi pers sehingga Wapres mengandaikan lebah yang memberikan manfaat, tapi jika diganggu pasti akan menyerang. Pers juga berfungsi selain informasi, juga pendidikan dan hiburan yang memberikan manfaat. Khusus di Indonesia memiliki sejarah pers cukup panjang. Saat ini terkadang pers bergantung pada pemerintah dan kadang pemerintah bergantung pada pers.

“Media disamping mencerahkan bangsa, juga industri. Sebagai media mencerahkan harus obyektif dan media sebagai industri haruslah menguntungkan,” katanya.

Yusuf Kalla juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa pada rakyatnya tanpa peran pers. Karena itu, Wapres meminta pers untuk menjaga kesatuan bangsa. Jika ada berita baik hendaknya diberitakan, begitupun kalau ada berita buruk juga diberitakan supaya pemerintah mengoreksinya.

“Pers hebat bangsa akan hebat. Selamat hari pers. Pers jaya kita jaya semua,” kata JK.

Sebelumnya Ketua PWI Pusat, Margiono menyampaikan, HPN merupakan forum berkumpulnya pers di Indonesia. Tidak ada yang lebih besar selain HPN, dimana tokoh pers mulai dari senior sampai yunior berkumpul. Begitupun asosialisasi TV, ikatan jurnalistik TV Indonesia dan aliansi jurnalistik independen juga hadir.

“Satu kebanggaan HPN hari ini dihadiri tokoh pers dari luar negeri,” kata Margiono.

Diungkapkan, adapun tokoh pers yang tidak hadir pada acara HPN disebabkan sudah sepuh maupun sakit, seperti Jacob Utama dan Herawati M Diah. Begitupun pemilik TV seperti TV One Aburizal Bakri dan Metro TV Surya Paloh tidak sempat hadir karena sementara mengurus negara, serta Hari Tanu Sudibyo karena dianggap baru melahirkan partai baru. Namun demikian wakil dari para pemilik TV hadir pada acara HPN di Batam.

Diakhir sambutannya, Margiono yang selalu berpantun mengandaikan Wapres Jusuf Kalla dan Ketua Dewan Pers, Bagir Manan sebagai cemangi yang berarti makin tua makin wangi.

Ketua Dewan Pers, Bagir Manan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tidak bisa dibantah kalau pers berperan besar dalam perjalanan bangsa, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Bagir juga menyampaikan kalau saat ini pers masih banyak memiliki persoalan internal, diantaranya bagaimana menterjemahkan kebebasan pers dewasa ini.

Tak kalah pentingnya adalah persoalan pers abal-abal, dimana pers abal-abal tidak bisa ditolerir, apalagi dewan pers banyak menerima laporan terkait pers abal-abal. Bagir memberikan contoh pers abal-abal yakni membuat berita untuk mengancam dan memeras sumber. Munculnya wartawan abal-abal dikarenakan adanya peluang.

“Melalui HPN mari menolak segala bentuk pers abal-abal dan menindak pers abal-abal,” tegasnya.

Gubernur Kepri, H Muhammad Sani pada kesempatan itu memperkenalkan potensi dan program yang akan dilaksanakan, sekaligus meminta dukungan pada Wapres terkait apa yang akan dilaksanakan di Kepri, termasuk membuat jempatan sepanjang 7 km yang menghubungkan kota Batam dan kabupaten Bintan.

Gubernur juga bersyukur melalui Konvensi bahasa yang dilaksanakan PWI, dilakukan deklarasi penyengat yang intinya pulau penyengat dijadikan warisan dunia.
Hadir pada acara HPN tahun 2015 di Batam, ketua DPR RI, kabinet kerja Jokowi, duta besar, tokoh pers dunia dan sesuai daftar terdapat 32 kepala daerah se-Indonesia yang turut hadir, serta pengurus PWI cabang seluruh Indonesia. (K4)

To Top