Guru BK Dampingi Siswa Saat Pilih Prodi & PTN – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Guru BK Dampingi Siswa Saat Pilih Prodi & PTN

JAKARTA, BKK – Jelang pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015, sejumlah sekolah di Indonesia sudah mulai melakukan pengisian dan verifikasi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sejak 22 Januari hingga 8 Maret 2015.

Selain itu, dalam pengisian PDSS, sekolah juga mendampingi siswa dalam memilih program studi dan perguruan tinggi negeri (PTN) yang dituju.

Kepala SMA Labschool Kebayoran, Ulya Latifah yang juga menjadi perwakilan bimbingan dan konseling (BK) mengatakan, sudah menjadi tugas para guru untuk mengantarkan anak didiknya ke PTN idaman. Hampir semua sekolah khususnya SMA ingin masuk ke PTN.

“Kami tentu saja sudah mempelajari yaitu dengan merekomendasikan kuotanya yang mencapai 50 persen, kita ikuti saja langkah-langkahnya. Kami dari sekolah sudah mempersiapkan minat para siswa mau ke PTN mana, program studi (prodi) apa,” ujar Ulya, di Gedung Sindo, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Jika para siswa hanya sekadar ingin daftar-daftar saja tanpa kemampuan tidak cukup, maka guru BK membimbingnya. Ulya menyarankan, jangan sampai satu sekolah mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) 50 orang sekaligus misalnya.

“Kita harus menstrategikan. Kalau bisa pilih prodi yang berbeda seperti prodi kesehatan masyarakat dan fakultas kedokteran gigi (FKG), kemudian disampaikan ke orangtua untuk dibicarakan. Jangan diserbu semuanya,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya pun juga mengundang alumni untuk mensharing minat ke PTN kepada para siswa. Lalu, wali kelas untuk memverifikasi sebelum anak mendapatkan password dan sebelum diprint diperiksa terlebih dahulu.

“Guru BK mendampingi siswa untuk mengawasi apakah benar nilai raport untuk diverifikasi. Jika sudah benar ditandatangani, kemudian mau masuk PTN mana juga ditandatangani supaya tidak dapat surat peringatan dari rektor yang menyatakan yang sudah diterima tidak mendaftar ulang. Itu peringatan keras bagi yang tidak konsekuensi pada pilihannya,” bebernya.

Ulya menambahkan, jika ada siswa yang ragu-ragu dalam mengisi PDSS, maka pihaknya tidak merekomendasikan. Bagi siswa yang niat dan bersungguh-sungguh yang direkomendasikan.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah dapat surat peringatan. Tahun lalu, sebanyak 24 persen anak didik kami diterima di SNMPTN, mudah-mudahan tahun ini lebih banyak diterima,” ungkapnya. (bs)

To Top