Basarnas Kendari Temukan Korban Tenggelam – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Basarnas Kendari Temukan Korban Tenggelam

Personel Basarnas Kendari saat mengevakuasi korban tenggelam.

Personel Basarnas Kendari saat mengevakuasi korban tenggelam.

KENDARI, BK K- Nurdin Lamuhe (51) warga kelurahan Latoma, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang tenggelam pada Sabtu (7/2) subuh sekitar pukul 04.00 Wita berhasil ditemukan oleh Basarnas Kendari, Minggu (8/2) pukul 17.20 Wita.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Operasi Kantor Sar Kendari, Basrano SE, saat ditemui Senin (9/2) mengatakan, pencarian selama hampir dua hari tersebut melibatkan Basarnas Kendari, tim gabungan Polres Konawe, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan warga setempat sebanyak 15 orang, dengan luas area pencarian sampai 4 km dari tempat korban tenggelam.

“Pencarian yang kami lakukan selama dua hari akhirnya membuahkan hasil dimana korban kami temukan dalam kondisi terapung pada Minggu (8/2) pukul 17.20 Wita, dan langsung dibawah kerumah duka. Pencarian yang melibatkan banyak tim tersebut sangat membantu sebab rasa putus asa mulai menghampiri keluarga korban,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Logistik BPBD Konawe, Dedet Ilnariusta mengatakan, saat kejadian tersebut dia mendapat laporan dari Jasmin (20) anak korban, kemudian diteruskannya kepada Basarnas Kendari pada Sabtu (7/2) subuh Pukul 05.00 Wita, untuk bersama-sama mengambil langkah penyelamatan.

“Pada saat kejadian tersebut, Jasmin (anak Nurdin Lamuhe) melaporkan kepada saya bahwa ayahnya Nurdin Lamuhe (51) telah tenggelam di bendungan Ameroro, kemudian saya langsung menghubungi tim Basarnas Kendari untuk datang kelokasi kejadian guna mencari korban,” ujarnya.

Ia menambahkan, Keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari bantuan warga yang memberikan keterangan untuk memudahkan pencarian, selain itu kerja keras dari tim juga yang tidak pernah surut dalam membantu masyarakat merupakan sebuah harapan sehingga korban dapat ditemukan.

Menurut saksi mata Andi Munsali, awal kejadiannya mengatakan, lelaki tersebut terlihat hendak menurunkan rakit untuk menggambil kayu yang akan dijadikan ramuan rumah, bersama anaknya menyebrang kali, saat pertama menyebrang mereka masi berhasil namun untuk kedua kalinya korban sudah tenggelam dan anaknya merasa kaget karena ayahnya sudah tidak kelihatan.

“Dia subuh-subuh keluar dari rumah bersama dengan anaknya karena ingin kasi keluar kayunya. Tapi kayunya sudah muncul duluan, orangnya belum ada, sementara anaknya terlihat panik saat melaporkan kejadian tersebut kepada kami warga setempat,”ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga setempat juga mengatakan bahwa bendungan Wawotobi atau yang lebih di kenal dengan sebutan Bendungan Ameroro, yang terletak tepat di perbatasan Kecamatan Uepai dan Kecamatan Unaaha, sudah beberapa kali menelan korban. (p5/c/jie)

To Top