Beranda

Ketgam : Puluhan Mahasiswa dari Lingkar Studi Mahasiswa Sultra saat berdemonstrasi di depan Ade Swalayan.

Ketgam : Puluhan Mahasiswa dari Lingkar Studi Mahasiswa Sultra saat berdemonstrasi di depan Ade Swalayan.

KENDARI, BKK – Pusat perbelanjaan Ade Swalayan Kendari, Senin (9/2) didemo puluhan mahasiswa dari Lingkar Studi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Lisuma-Sultra).

Mereka mempersoalkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan pihak Ade Swalayan terhadap beberapa karyawanya yang dinilai dilakukan secara sepihak dan sewenang-wenang.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi tersebut, Jaswanto, mengatakan, aksi demonstrasi ini dilakukan karena beberapa hal. Salah satunya adalah pemecatan yang dilakukan beberapa karyawannya secara sepihak.
“Saya rasa pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Ade Swalayan sangat kompleks, diantaranya PHK yang dilakukan secara sepihak, tidak memberikan kontrak kerja terhadap para karyawannya dan memberikan gaji tidak sesuai dengan UMP Sultra. Ini jelas melanggar aturan,” jelasnya.

Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) Ade Swalayan, Ishak, membantah pemecatan yang dilakukan tidak sesuai prosedur dan sewenang-wenang.

“Saya rasa kalau swenang-wenang itu tidak, kita sudah melakukan langkah itu sesuai dengan prosedur. Pihak yang bersangkutan memang di dalam absen sudah tidak hadir selama 5 hari tanpa keterangan. Nah, dalam aturan, 5 hari tidak masuk tanpa keterangan dianggap mengundurkan diri,” jelasnya.
Namun Ishak membenarkan, belum adanya kontrak kerja bagi sebagian karyawanya disebabkan masih dalam tahap magang.

“Inikan masih dalam tahap seleksi atau magang, nah kalau kami rasa sudah bisa bergabung bersama kami, kami akan buatkan kontrak kerja,” tambahnya.
Kalau soal pembayaran gaji sesuai UMP, lanjut dia, pihak Ade Swalayan sedang membicarakan hal dengan pihak pimpinan Ade Swalayan.

“Kita sementara bicara hal itu, dan itu bersamaan dengan terbitnya kontrak kerja nanti. Kalau sudah ada kontrak kerja, maka gajinya akan sesuai UMP dan juga syarat-syarat ketenaga kerjaan lainya akan kita penuhi,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Kadinsosnakertrans) Kota Kendari, Hamsir Madjid, yang berada di tempat aksi, menjelaskan, permasalahan ini sudah ditangani oleh pihak Dinsosnakertrans, dan selanjutnya akan dilakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita sudah tangani hal ini, mulai dari soal pemecatannya, kemudian kontrak kerja dengan karyawannya dan juga soal UMP-nya kami sudah coba komuninikasikan, dan pihak Ade Swalayan juga mau memenuhi hal itu,” terangnya. (p8/b/jie)

To Top