Brimob Bekuk Kurir Narkoba – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Brimob Bekuk Kurir Narkoba

Tersangka Ri (tengah) mengaku telah melakoni status kurir selama tiga bulan. Berhasil dibekuk Brimob Polda Sultra

Tersangka Ri (tengah) mengaku telah melakoni status kurir selama tiga bulan. Berhasil dibekuk Brimob Polda Sultra

KENDARI, BKK – Intelmob Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menangkap seorang yang diduga kurir sabu-sabu. Dari tangan tersangka berinisial Rd alais Ri (19) itu, polisi menyita 0,5 gram sabu-sabu seharga Rp 1 juta.

Ri ditangkap di Jalan KH Agusalim Kota Lama Kecamatan Kendari Kota Kendari, Selasa (3/2) sekitar pukul 23.30 Wita. Penangkapan dipimpin langsung Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Brimobda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Ndaru Istimawan SIK.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto, melalui Kepala Subbidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Muhadi Walam S Sos, Rabu (4/2).

Selain mengamankan tersangka dan sabu-sabu, beber dia, petugas intelmob juga turut mengamankan barang bukti lain, yakni hanphone (Hp) merek Mito yang digunakan pelaku saat berhubungan dengan pembeli maupun dengan bandar, serta satu unit motor Yamaha Mio.

“Dia (Ri, red) diduga sebagai kurir, karena sudah sering mengantarkan sabu-sabu kepada pembeli. Untuk sekarang masih dalam tahap pengembangan,” jelas Muhadi.

Selanjutnya, sambung perwira polisi dengan satu melati di pundak ini, tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sultra.

Kepada jurnalis koran ini, Ri mengaku, menjadi kurir sabu-sabu di Kota Kendari sudah dijalani selama tiga bulan. Alasannya, dirinya tidak punya pilihan lain setelah dipecat dari tempat kerjanya sebagai tukang servis motor di salah satu bengkel motor di Kota Kendari.

Kata dia, barang haram tersebut diambilnya dari salah satu bandar, kemudian diedarkannya kepada pembeli yang selalu memesan lewat telepon. Para pelanggannya pun terdiri dari berbagai kalangan usia, bahkan beberapa kali ia mengantar kepada beberapa pelajar.

Ri menuturkan, saat menjadi kurir ia tidak pernah mendapatkan imbalan dari sang bandar. Namun, imbalannya didapat dari para pembeli berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. (cr2/b/iis)

To Top